Anggota DPRK Atim,Tidak Benar Saya Jual Bantuan Rumah Dhuafa

 

MMGN – ACEH TIMUR | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, IH, Minggu (1/3) menegaskan, terkait dugaan jual-beli bantuan rumah dhuafa/layak huni di Sungai Raya, Aceh Timur terhadap saya tidak benar dan hanya kesalahpahaman saja, sebagaimana dalam pemberitaan dibeberapa media Rabu (26/2) lalu terhadap saya, itu hanya miskomunikasi saja.

“Saya tidak ada melakukan atau diduga sejumlah pengutipan uang kepada masyarakat penerima bantuan rumah dhuafa/layak huni tahun 2019 lalu yang bersumber dari APBK Aceh Timur,” ucapnya.

Sebut IH lagi, para penerima bantuan rumah bantuan seperti yang diutarakan dalam berita sebelumnya juga sudah menyampaikan surat pernyataan bahwa tidak ada memberikan sejumlah uang terhadap saya sebagai bentuk pembelian rumah bantuan yang bersumber dari APBK Aceh Timur.

“Apalagi pengutipan tersebut bervariasi, mulai dari Rp10.000.000 hingga Rp15.000.000, tidak benar,” ungkapnya.

Lanjut IH lagi, masing-masing penerima seperti, Mukhtaruddin, Maimuddin, Muhammad Ali dan Nurjannah sudah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan tidak pernah memberikan sejumlah uang/barang lain kepada saya IH, untuk pembelian rumah layak huni yang bersumber dari APBK Aceh Timur.

Dengan adanya pernyataan ini, saya berharap tidak ada lagi isu-isu yang menyudutkan bahwa saya memperjualbelikan rumah bantuan layak huni tersebut. “Sebagai anggota DPRK Aceh Timur yang dipilih oleh rakyat, tentunya saya akan berkontribusi untuk rakyat dan memajukan daerah pemilihan saya,” ujarnya lagi.

Di samping itu, kehadiran saya di legislatif untuk mensejahterakan masyarakat, bukan malah sebaliknya. “Saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar selalu amanah dalam menjalankan tugas dan fungsi saya sebagai anggota DPRK Aceh Timur. Jika ada permasalahan, mari duk pakat mencari solusi yang terbaik untuk kemajuan daerah,” pinta IH.

Sementara Tgk Bahrom Walidin, warga Labuhan Keude sebagai penerima bantuan rumah layak huni menyatakan, kami masing-masing telah membuat surat pernyataan di atas materai 6.000 bahwa tidak pernah memberikan sejumlah uang/barang lain kepada IH, untuk pembelian rumah layak huni yang bersumber dari APBK Aceh Timur.

Foto Penerima bantuan rumah

Penerima bantuan rumah dhuafa selanjutnya ikut bicara Muhammad Ali dan didampingi Maimuddin, bahwa kami tidak pernah menyerahkan uang kepada IH, kalau ada uang sebaiknya kami buat aja sendiri-sendiri.