ANJUNGAN TAPAK TUAN TAPA RUSAK

MMGN – TAPAKTUAN/Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan, Halimatussakdiah SE kerusakan lantai Anjungan menuju lokasi objek wisata Tapaktuan Tapa di Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan sudah diarahkan ke BPBD untuk ditangani melalui dana tanggap darurat.

“kita sudah menyurati Pak Bupati, cuma Pak Sekda sudah mengarahkan ke BPBD untuk dana tanggap darurat. Kalau Dinas Pariwisata yang memperbaiki dananyakan nggak semudah itu, resume sudah ditanggapi jadi tinggal tunggu dari BPBD,” jelas Halimatussakdiah saat dikonfirmasi Jurnalis MMGN, Selasa (8/1).

Diakuinya, dengan rusaknya lantai anjungan menuju lokasi objek wisata Tapaktuan Tapa itu membuat pengunjung tidak bisa lagi melihat lokasi Tapaktuan Tapa dari dekat. “Namun mau bagaimana, di Dinas kami tidak ada dana untuk perbaikan tersebut, ya solusinya seperti arahan Pak Sekda melalui BPBD,” ungkapnya.

Dia juga mengaku pasca hadirnya anjungan menuju lokasi Tapaktuan Tapak dimaksud, para pengunjung lebih merasa nyaman dan tidak mesti turun lagi ke lokasi Tapak untuk mengabadikan foto. “Sebenarnya dengan hadirnya itu pendapatan masyarakat juga lebih bertambah, karena pengunjungnya semakin meningkat,” ungkapnya

Terkait dengan persoalan itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Selatan, Cut Sazalisma S.STP yang dikonfirmasi Jurnalis MMGN, terpisah mengaku dirinya sudah menerima surat menyangkut kerusakan Anjungan Objek Wisata Tapaktuan Tapa akibat hantaman gelombang tersebut, namun pihaknya tidak bisa melakukan penanganan karena bukan sifatnya darurat.

“Kami hanya bisa melakukan penanganan yang sifatnya darurat yang secara langsung dampaknya berimbas kepada masyarakat. Misalnya seperti kerusakan jalan yang menyebabkan akses transportasi masyarakat terputus,”

Sedangkan menyangkut kerusakan Anjungan dilokasi objek wisata dimaksud sifatnya bukan darurat dan masih bisa dianggarkan di tahun berikutnya. “Ya solusinya Dinas terkait mengusulkan pada anggaran berikutnya, kalau di BPBD tidak bisa karena anggaran dana tak terduga hanya bisa menangani persoalan yang sifatnya darurat seperti yang saya sampaikan tadi,” jelasnya.

Karenanya Ia menyarankan Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan untuk menganggarkan program perbaikan kerusakan Anjungan tersebut pada program tahun berikutnya karena itu ranahnya Dinas Pariwisata Aceh Selatan. “Beda halnya dengan bencana yang berdampak kepada masyarakat, kalau itu sifatnya tidak begitu darurat,” pungkas Cut Sazalisma. (MS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *