Bappeda Aceh Timur Gelar Rapat Koordinasi Pemetaan Indeks Daya Saing Daerah Tahun 2020

 

Aceh Timur – MMGN |Berdasarkan UU No. 11 Tahun 2019 tentang SISNAS IPTEK, Pemerintah baik pusat maupun daerah wajib mengembangkan invensi dan inovasi; penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan dalam bentuk invensi dan inovasi untuk pembangunan nasional/daerah.

Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) telah menggelar Rapat Tentang “Indeks Daya Saing Daerah 2020” berinovasi indonesia, yang berlangsung di Aula Bappeda Setempat, senin 29/6/2020.

Plt Kepala Bappeda Aceh Timur Syahrizal Fauzi, S.STP.M.AP, Melalui Sekretaris Cut Ida Mariya membuka Acara Pemetaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2020,

Beliau dalam sambutannya menyampaikan, kiranya Aceh Timur punya potensi besar yang sangat strategis untuk dikembangkan, seperti sektor perikanan dan kelautan, yang tak kalah saingnya dengan kabupaten lain dan migas, perkebunan,pertanian, peternakan, serta banyak lainnya.

Terselenggaranya acaranya ini diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Kabuapten Aceh Timur,sebagai sumber data untuk mengisi indikator-indikator yang telah di tentukankan.

Cut Ida Mariya mengharapkan dengan adanya potensi-potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Aceh Timur tersebut kiranya kita perlu memantapkan dan melakukan kerjasama dengan perguruan Tinggi yang berada di Kabupaten atau di Propinsi melakukan penelitian ilmiah terhadap potensi Daerah yang belum berkembang serta hasil penilitian tersebut dapat di terapkan demi kemajuan masyarakat dan daerah berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebutnya.

Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan,Pengendalian (KABID PPP) Bappeda Aceh Timur Iskandarsyah, SE,MAP, menyampaikan bahwa, Indeks daya saing daerah adalah ukuran yang menggambarkan kondisi dan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya melalui peningkatan produktivitas, nilai tambah dan persaingan baik domestik maupun internasional demi kesejahteraan yang tinggi yang berkelanjutan. Pemetaan indeks daya saing daerah terdiri dari 4 aspek dan 12 pilar yaitu :

1).Aspek Penguat/Enabling Environment: Pilar Kelembagaan, Pilar Infrastruktur, dan Pilar Perekonomian Daerah 2). Aspek Pasar/Market: Pilar Efisiensi Pasar Produk, Pilar Ketenagakerjaan, Pilar Akses Keuangan, dan Pilar Ukuran Pasar
3). Aspek Sumber Daya Manusia/Human Capital: Pilar Kesehatan dan Pilar Pendidikan & Keterampilan
4).Aspek Ekosistem Inovasi: Pilar Dinamika Bisnis, Pilar Kapasitas Inovasi, dan Pilar Kesiapan Teknolgi

Dari keempat aspek dan kedua belas pilar indeks daya saing daerah tersebut didetailkan lagi menjadi 23 dimensi dan 97 indikator yang dapat diisi dengan data sesuai kondisi daerah masing-masing untuk kemudian dapat dihitung untuk menghasilkan angka indeks daya saing daerah. Semakin tinggi angka indeks daya saing suatu daerah menunjukkan bahwa potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut mempunyai daya saing yang tinggi dari semua aspek.

Iskandarsyah menjelaskan terkait pemetaan indeks daya saing daerah di Kabupaten Aceh Timur, kita juga mendata inovasi-inovasi daerah dari berbagai inisiator Inovasi anatara lain dari OPD, ASN atau masyarakat umum yang kemudian akan kita kirimkan untuk mengikuti Perlombangan Inovative Goverment Award (IGA) tahun 2020 pada bulan September 2020,
Iskadarsyah menjelaskan jika kita mampu mengumpulkan data-data sesuai indikator dengan disertai bukti dukungnya tentu akan menjgkatkan nilai indeks daya saing daerah, serta acara ini adalah kegiatan tahunan dari Kemenristek/Brin yang diselenggarakan serentak seluruh indonesia, dan saat ini masih tahapan penginfutan sampai akhir Juli 2020, kemudian dilanjutkan dengan penilainan dan verifikasi oleh panitia, kegiatan ini akan berakhir dengan pemberian penghargaan Anugerah Budhipura untuk Propinsi dan Anugerah Budhipraja Kabupaten/Kota terbaik pada Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-25 pada bulan Desember tahun 2020 yang akan datang.