Belakang SDN Panton Luas Baru Butuh Tanggul Sungai.

 

 

MMGN – ACEH SELATAN – Tanggul sungai dibelakang gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panton Luas Baru, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, perlu penanganan serius karena bisa mengakibatkan bangunan tersebut ambruk dihantam abrasi sungai.

 

Kondisi tersebut sudah berlangsung lama, sehingga menimbulkan ketidak nyamanan bagi murid maupun dewan guru dalam proses belajar mengajar di SDN Panton Luas Baru itu.

Hal ini mendapat tanggapan dari kalangan aktivis lingkungan hidup di Aceh Selatan.

 

Direktur LSM Yayasan Gunung Hutan Lestari (YGHL), Sarbunis kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (28/11/2019) mengatakan, untuk penanganan maksimal perlu adanya tanggul permanen dari batu gajah.

 

“Penanganan selama ini dengan menggunakan bronjong kurang maksimal, karena aliran sungai baro Kluet di Samadua ini, bila musim kemarau mengalami kekeringan, namun disaat banjir di musim penghujan, aliran sungai meluap,” ungkapnya.

 

Maka, lanjutnya, sepanjang tahun, di Kecamatan Samadua terjadi bencana banjir. Seperti, baru baru ini, bencana banjir telah merusak waduk irigasi.

 

“Ironisnya disaat masyarakat Samadua sedang giat – giatnya turun kesawah, timbul bencana banjir hingga merusak sarana irigasi itu,” ucapnya.

 

Sarbunis mengharapkan, Pemkab Aceh Selatan maupun Pemerintah Propinsi Aceh harus segera menangani kerusakan sarana irigasi dan jembatan penyeberangan antara Gampong Madat dan Gampong Seberang yang telah ambruk baru – baru ini.

 

“Untuk melindungi SDN Panton Luas Baru yang merupakan aset pendidikan dari abrasi sungai perlu segera dilakukan penanganan dengan tanggul dari batu gajah,” sebutnya.

 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Panton Luas Baru, Mukhlis S.Pd menyebutkan, setiap air sungai meluap, sudah pasti memasuki pekarangan dan ruang sekolah.

 

Ia juga menyebut, penanganan yang telah dilakukan dengan tanggul bronjong, tetapi kurang maksimal. Karena saat sungai meluap, alirannya mengarah ke sekolah hingga melewati bronjong dan air memasuki ruangan sekolah.

 

“Untuk melindungi aset pendidikan ini dari abrasi sungai, maka kami sangat mengharapkan adanya perhatian dan penanganan secara optimal dengan membangun tanggul dari batu gajah,” harapnya. (MUS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *