Berdayakan Mantan Pecandu Narkoba Lewat UMKM, BNNP Aceh Mou Dengan Dinas UKM Aceh

MMGN | Banda Aceh, Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Aceh melakukan tanda tangan kerja sama sektor Usaha Mikro Kecil Strategis (UMKS) terhadap program layanan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh.

Penandatanganan Kerjasama UMKM tersebut disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh dr. Taqwallah, pada malam penutupan pegelaran Aceh UMKM Expo 2019 belakang Kantor, Dinas UKM Aceh, Banda Aceh, Selasa (27/11/2019) malam.

dr. Taqwallah meminta kepada Dinas dan lembaga yang telah melakukan MOU tersebut agar dapat merealisasikan kerjasamanya. “Kepada semua pihak yang telah melakukan kerjasama malam ini agar dapat merealisasikannya dan terus mengawal implentasinya sehingga butir-butir yang disepakatai dapat dijalankan dengan baik,” pinta Sekda Aceh.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala BNNP Aceh Amanto, SH MH didampingi Kasubbag Umum Sayuti mengatakan, Kerjasama yang dilakukan malam ini dengan Dinas Komperasi UKM Aceh ini bidang usaha mikro kecil dan menengah, selain juga Karena Dinas tersebut punya program untuk pembinaan UMKM.

BNNP Aceh ada program binaan kepada para mantan penyalahgunaan narkotika yaitu bidang Kegiatan vokasional, dimana program tersebut adalah memberikan keterampilan pasca rehabilitasi dengan tujuan setelah mereka direhabilitasi akan mampu mendirikan badan usaha walaupun dalam bentuk usaha mikro, karena didinas Koperasi ada program pembinaan usaha mikro, sehingga kita berfikir untuk mengadakan kerjasama dengan dinas koperasi, agar dinas tersebut juga punya kontribusi terhadap mantan-mantan pecandu narkoba khususnya di Aceh.

“BNN juga selama ini telah memberikan pelatihan-pelatihan kepada mantan pecandu narkotika dalam hal kreatifitas agar mereka dengan tujuan agar mereka tidak lagi mengulangi ke narkoba,” ujar Plt Kepala BNNP Aceh.

Ia menambahkan, program pembinaan vokasional kepada para Mantan pecandu Pasca Rehabilitasi itu sudah berlangsung beberapa tahun lalu, mereka itu diberikan pelatihan keterampilan dirumah damping, seperti membuat kerajinan dari bambu, penaman sayur hidroponik dan berbagai pelatihan lainnya dengan harapan setelah mereka dilatih memiliki keterampilan dan dapat membuka usahanya dan tidak kembali lagi narkoba.

“Hanya saja keluhan dari mereka itu adalah kekurangan modal usaha untuk melanjutkan kereativitasnya, karena mereka ini berada di ekonomi kelas bawah, mereka mengeluh di permodalan.” ujar Amanto.

“Setelah kita memberikan keterampilan untuk mereka, namun karena mereka tidak punya modal untuk melanjutkan, sehingga mereka ini kembali ke pekerjaan buruk,” ungkapnya lagi.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *