BNN bersama Tim Musnahkan 10,5 Hektar Ladang Ganja di Sawang

Banda Aceh – Direktorat Narkotika Deputi Pemberantasan BNN Pusat bersama BNNP Aceh dan BNNK Lhokseumawe beserta Polres dan Kodim Aceh Utara memusnahkan ladang ganja temuan di kawasan Dusun Uteun Punti, Gampong Sawang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Kamis (5/7/2018) kemarin. 

Kegiatan yang melibatkan 80 personel ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB yang dipimpin langsung Kasatgas, Kombes Pol Anggoro Sukartono setelah adanya informasi yang diperoleh dan ditemukan sejumlah ladang ganja di lokasi yang dimaksud. 

Dalam operasi kali ini, ladang ganja ditemukan di ketinggian 119 meter dari permukaan laut (mdpl) pada titik koordinasi N05’05.780’54.483′. Tim menemukan ladang seluas 7 hektar dengan tinggi tanaman bervariasi mulai dari bibit semak sekitar 25 sentimeter hingga 2 meter. 

Setelah ditemukan, ladang ganja tersebut dimusnahkan langsung dengan dilakukan pencabutan hingga pembakaran oleh seluruh personel yang dibantu masyarakat sekitar. 

Kepala BNNK Lhokseumawe, AKBP Fakhrurrazi mengatakan, dengan dilakukannya operasi pemusnahan ladang ganja ini diharapkan masyarakat petani ganja tidak lagi melakukan penamanan ganja di lokasi tersebut. 

“Kita juga berharap masyarakat dapat beralih ke tanaman produktif lainya yang lebih bermanfaat seperti kopi, jagung atau tanaman produktif lainnya seperti yang sudah dilakukan di Gayo Lues berkat bantuan BNN beserta pihak terkait,” ujarnya. 

Pemusnahan Juga Dilakukan di Gampong Teupin Rusep Sawang

Sementara, hal yang sama juga dilakukan di lokasi ladang ganja temuan tepatnya di Gampong Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Kegiatan ini dilanjutkan pada Jumat (6/7/2018) siang tadi, yang dimulai sejak pagi hari.

Pada titik kedua ini, tim menemukan ladang ganja seluas 3,5 hektar dengan tinggi batang rata-rata mencapai dua meter. Petugas pun langsung melakukan pencabutan dan pembakaran hingga habis dengan bantuan masyarakat sekitar. 

“Ini kegiatan rutin setelah adanya temuan, kemarin kita musnahkan 7 hektar di titik pertama Gampong Uteun Punti, jadi keseluruhan ada 10,5 hektar ladang yang kita musnahkan. Kita sangat berharap agar petani beralih dengan menanam tanaman yang produktif lainya,” ungkap mantan Kabid Brantas BNNP Aceh ini.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *