BNNP Aceh Gelar Bimtek Peningkatan Mutu Layanan Rehabilitasi

Banda Aceh, Badan narkotika nasional Propinsi aceh (BNNP) Aceh gelar kegiatan bimbingan teknis peningkatan mutu layanan Rehabilitasi pada BNN kabupaten kota Se- propinsi Aceh, kegiatan tersebut di gelar di permata hati hotel, Aceh Besar (7/4/2018).

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Ketua Tim Riza Sarasvita, MHS, Ph.D Direktur PLRIP, dan anggota, Drs. Yuki Ruchimat, M.Si Kasubdit PLRKM , Rosdiana HB, S.Sos, MM Analis Rehabilitasi, Nilawati Andriani, SKM Staf. Dit. PLRIP, Elya Novarita, Amd, An. Far. Staf Dit. Pascarehabilitasi, Jarot Apriyanto Staf Dit. PLRKM serta di ikuti oleh 20 peserta dari BNN kabupaten Kota se-aceh yang di lakukan selama 2 hari di mulai tanggal 7-8 Mei 2018

Kasie penguatan rehabilitasi Dr Deny Fahrian nurfadli, dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pelayanan rehabilitasi secara berkelanjutan dan memperkuat pelaksanaan rehabilitasi baik di pusat dan di wilayah serta membimbing petugas bidang rehabilitasi BNNP, BNNK dalam melaksanakan pembinaan terhadap lembaga rehabilitasi.

Kegiatan bimtek peningkatan mutu pelayanan rehabilitasi tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser, MH, dalam sambutannya beliau menyampaikan dalam rangka melaksanakan rehabilitasi di perlukan peningkatan pelayanan mutunya kepada petugas. “program rehabilitasi ini merupakan program saya di tahun 2018 ini, yaitu bagaimana meningkatkan layanan pasca rehabilitasi,” ujarnya

Menurut Faisal, anak anak Aceh hingga sudah mencapai 73000 orang yang sudah terkena sabu dan ganja, untuk itu panti rehap ini sangat di butuhkan di Aceh, guna untuk menyembuhkan anak anak Aceh ini. ” Saya sangat cinta Aceh, walaupun saya bukan orang Aceh,” katanya.

Saat ini, BNNP Aceh hanya memiliki 1 rumah damping yang tidak jauh dari kantor BNNP Aceh, yang hanya bisa menampung 12 – 15 orang untuk sekali rehabilitasi. “Kita harus punya beberapa panti rehabilitasi untuk menangani 73000 korban yang tersebar di seluruh Aceh,” harap Faisal AN

Lanjutnya lagi, panti rehabilitasi ini sangat di butuhkan masyarakat, bahkan sampai ke Gampong-gampong, dimana para korban narkoba ini tidak hanya terkena yang di perkotaan, akan tetapi sudah masuk kepelosok kampung.

“Keberadaan BNN Aceh betul-betul bisa di rasakan oleh masyarakat Aceh, untuk pelayanan rehabilitasi ini harus sampai ke gampong Gampong,” Brigjen pol Faisal AN

Selain membutuhkan panti, juga tidak kalah penting adalah peningkatan mutu pelayanan itu sendiri serta meningkatkan kemampuan petugas dalam hal melayani para korban ini. “Dalam rangka menyembuhkan korban ini, kita harus tingkat mutu pelayanan rehabilitasi kepada semua petugas baik di BNNP maupun BNNK,” jelasnya lagi.

Faisal juga berkeinginan untuk menjadikan pelayanan rehabilitasi di Aceh menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam menangani korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Faisal juga mengajak kepada semua peserta pelatihan untuk sama-sama berjuang kepada masyarakat, untuk menyembuhkan anak anak Aceh 73000 yang sudah terkena narkoba, untuk itu harus di rehabilitasi para anak anak Aceh ini, kata faisal




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *