Brigjen Pol Faisal AN Lantik Hasnanda Putra Sebagai kepala BNNK Banda Aceh

Banda Aceh, Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H Resmi Melantik dan mengambil sumpah empat pejabat eselon III dan IV di jajaran BNNP Aceh yaitu Hasnanda Putra, ST., MM., MT sebagai Kepala BNNK Banda Aceh, kegiatan tersebut berlangsung di loby Kantor BNNP Aceh, (8/3/2018)

Humas BNNP Aceh Khairul Fuad mengatakan dengan terbentuknya BNNK Banda Aceh, sudah ada sepuluh BNNK di Aceh. Sembilan BNNK yang sudah lebih duluan lahir yaitu BNNK Aceh Tamiang, Pidie, Langsa, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Selatan, Gayo Lues, dan Sabang.

Kepala BNNK Banda Aceh yang dilantik Hasnanda Putra sebelumnya menjabat sebagai sekretaris di Kesbangpol Kota Banda Aceh yang juga mantan Ketua KNPI Kota Banda Aceh priode 2012-2015

Selain itu Seorang pejabat eselon III.a, Kepala BNNP Aceh juga mengambil sumpah tiga pejabat eselon IV.a di jajaran BNNK Banda Aceh yaitu Fuzla hanum SE Ak., M.S.Ak sebagai Kasubbag umum BNNK, Razali, S.Sos, Sebagai kasie pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dan Rosdiana Sebagai kasie rehabilitasi BNN Kota Banda Aceh.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H dalam sambutannya menyampaikan kepada pejabat yang baru saja di Lantik untuk bekerja semaksimal mungkin dalam hal memberantas peredaran narkoba di propinsi Aceh khususnya di kota Banda Aceh.

Menurut Faisal Aceh merupakan pintu masuk Narkoba ke Indonesia sehingga kita perlu kerja keras untuk memperanguskan Narkoba di Propinsi Aceh yang kita cintai ini, tegas faisal

brigjen Pol Faisal meminta kepada Semua pihak untuk tidak sejengkal tanah pun di Aceh ini dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba.

faisal juga berharap “Hasnanda harus kerja keras, harus betul-betul menjadikan ini sebagai amal ibadah, apalagi beliau dari kaum muda, jangan sampai kaum muda ini terlibat narkotika,” harapnya.

faisal juga menyampaikan kemanapun beliau pergi selalu mengatakan bahwa Peredaran narkotika yang ada di Aceh ini harus di hilangkan.

“Biar saya capek, saya di caci maki, tidak apa katanya, saya cinta pada Aceh, saya tidak ingin Aceh menjadi sebagai gerbang masuknya narkoba, saya tidak ingin meninggalkan genarasi ini menjadi generasi pencandu narkoba,” ungkap faisal dengan mata yang berkaca-kaca

BNN Aceh komit memberantas narkoba dan berharap di Aceh ini tidak ada istilah yang namanya kampung narkoba, akan tetapi narkoba ini harus di berantaskan sampai ke akar-akarnya.

sementara itu Hasnanda Putra yang baru saja dilantik, kepada media ini menyampaikan bahwa Banda Aceh sebagai ibukota provinsi yang merupakan BNNK kesepuluh di Lantik, kedepan akan dibawah pimpinannya akan mengendepankan pencegahan peredaran narkoba.

“kita di Banda menyesuaikan dengan visi misi Banda Aceh yaitu Banda Aceh gemilang tanpa narkoba,” Ungkap Hasnanda

Sementara itu Anggota Komisi 6 DPR Aceh Tgk. Zulfikar berharap dibawah pimpinan Hasnanda BNNK ini agar banyak melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat bahwa narkoba ini berbahaya sekali bagi generasi muda, kemudian harus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

Kita tau bahwa BNNK ini kekurangan anggaran, untuk itu di perlukan kerja sama dengan berbagai pihak lain agar sosialisasi pencegahan terhadap narkoba ini ditengah tengah masyarakat bisa terlaksana dengan baik

sementara itu BNNP Aceh masih kekurangan Panti Rehab untuk merehabilitasi mantan pecandu, Zulfikar mengakatan “nanti akan koordinasikan dengan kawan kawan komisi 6 agar kemudian melihat menyampaikan kepada pihak terkait agar yaitu pemerintah provinsi untuk mengajukan atau menyiapkan anggaran yang cukup agar kemudian bisa menampung anak anak kita generasi muda kita yang memang telah terlanjur dirusak oleh kelompok yang ingin mendapatkan keuntungan,” ungkapnya.

hal senada juga di sampaikan Ketua KNPI Aceh Wahyu Saputra, kita ingin bekerja sama dengan BNNK dalam hal perang melawan narkoba, “sebagai pemuda kita akan mengambil Segmen pemuda terutama di tahun ini akan membuat satgas pemuda anti narkoba sampai ke tingkat desa,” kata wahyu

KNPI di bawah pimpinan wahyu saputra akan melakukan survei pemetaan daerah-daerah yang menjadi basis narkoba dan tempat bandar serta pemakai narkoba dan pihaknya akan membantu BNN semaksimal mungkin, dan itu komitmen KNPI, tutup wahyu.[ip]