DISTANBUN ACEH GELAR PELATIHAN GULA SAWIT

Aceh Timur- MMGN | Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melaksanakan pelatihan bagi petani dan pelaku agribisnis tentang pembuatan gula merah dari nira sawit. Pelatihan digelar di Desa Semali Kecamatan Rantau Peurlak Kabupaten Aceh Timur pada tanggal 10 – 11 Juli 2019.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta untuk dapat mengetahui tata cara pembuatan gula merah dari nira sawit yang selama ini belum termanfaatkan. Kami berharap peserta dapat mengikutinya dengan serius dan sungguh – sungguh. Jadi selesai pelatihan ini diharapkan para petani dapat langsung mempraktekkannya demi pendapatan tambahan mereka, demikian disampaikan Ir. Muazzin selaku Kepala Bidang Penyuluhan dan Sumberdaya Manusia Distanbun Aceh.

Dalam kegiatan ini, kita bekerja sama dengan Bidang Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh untuk mendukung PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) sehingga bisa mendapatkan multifungsi dari program ini. Kegiatan ini adalah yang pertama untuk tahun 2019 tentang pengolahan gula sawit dan tahun 2018 yang lalu kita juga sudah laksanakan di dua kabupaten, ujar Muazzin.

Sementara itu Azanuddin Kurnia, SP, MP Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh yang juga sebagai Koordinator Bidang Peremajaan mengatakan bahwa kami senang bisa bekerjasama dengan Bidang PSDM untuk memberikan pelatihan kepada peserta khususnya bagi peserta PSR. Karena hal ini akan memberikan semangat baru bagi para petani yang ikut program PSR. Mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari mengolah limbah batang sawit sehingga bisa membantu ekonomi keluarga.

Khusus untuk Aceh Timur, pengajuan PSR yang sudah diproses baru sekitar 600 H dari quota sekitar 1490 H. Itu pengajuan dari tahun 2018. Kami berharap usulan proposal dapat bertambah. Makanya dalam pelatihan ini juga diberikan sedikit sosialisasi tentang tata cara pengajuan PSR.

Ketika disinggung tentang nilai ekonomi yang didapat, Azan menyatakan bahwa penghasilan yang bisa didapat dari pengolahan gula sawit ini bisa mencapai Rp. 60 juta s.d. 200 jt tergantung dari banyaknya nira dan lamanya keluar nira serta indikator lainnya. Suatu nilai yang sangat menjanjikan karena cara pengolahannya mudah dan berasal dari limbah yang selama ini tidak dimanfaatkan.

Sementara itu Marzaini Kabid Perkebunan Disbunnak Aceh Timur menyatakan sangat senang Distanbun Aceh memilih Aceh Timur sebagai salah satu lokasi pelatihan. Ini akan memberikan pendapatan baru bagi petani kami. Selain itu, In Syaa Allah tanggal 15 – 17 Juli kita juga akan lakukan pelatihan yang sama dengan peserta yang berbeda dari sumber dana APBK.

Terlihat dilokasi pelatihan selain Azan sebagai narasumber, ada juga narasumber Paiman dari Penyuluh Kabupaten Aceh Tamiang dan Abdul Muis selaku praktisi perkebunan. Selain itu juga ada Ir. Safitri Kasi Penyuluhan Distanbun Aceh beserta tim seperti Irma, Anang Budimansyah, Parman Fasilitator, Yuni Kasi dan tim lainnya baik dari provinsi maupun kabupaten.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *