Forum KMBSA Bacakan Pernyataan Sikap di Simpang Keudai Aru Tapaktuan

ACEH SELATAN – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA) menyampaikan pernyataan sikap mendesak pemerintah Aceh untuk merealisasikan pembagunan Terowongan Geurutee dan melakukan pelebaran badan jalan di sepanjang lintasan Barat Selatan Aceh.
Penyampaian tuntutan itu berlangsung  di Tugu Simpang Keudai Aru, Lampu Merah, Tapaktuan,  Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (24/11/2017).

Ketua Panitia Lokal KMBSA Aceh Selatan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum PC IMM Aceh Selatan Zulfandi SH pada orasinya menyampaikan mendesak Pemerintah Aceh untuk merealisasikan pembagunan terowongan  geurutee dan melakukan pelebaran badan jalan di sepanjang barat selatan Aceh.

Berdasarkan hasil musyawarah Pemuda Barat Selatan Aceh yang dilaksanakan di Gedung Rumoh Agam Tapaktuan pada tanggal 23/11/2017, forum KMBSA merumuskan beberepa point yang kita desak kepada pemerintah Aceh agar dapat segera direalisasikan.

“Kita mendesak Pemerintah Aceh segera  merealisasikan pembangunan Terowongan Geurutee, melakukan pelebaran badan jalan sepanjang Barat Selatan Aceh, menyelesaikan pembangunan jalan penghubung Barat Selatan Aceh dengan Wilayah tengah tenggara,  mempercepat penyelesaian pembangunan Rumah Sakit  Regional di Barat Selatan Aceh, serta membangun pustaka regional di Wilayah Barat Selatan Aceh”  ungkap Zulfan pada Orasinya itu
Lebih lanjut, Zulfandi juga mengatakan, ” kami juga merekomendasikan hal-hal penting lainnya yang perlu di selesaikan oleh pemerintah Aceh seperti Pemerintah Aceh di minta segera memperjelas status Tapal Batas dan Pulau – Pulau Aceh di Wilayah perbatasan Singkil dengan Sumatera Utara, mendesak Pemerintah Aceh segera merealisasikan Rumah Sakit Rujukan Regional, Meminta Pemerintah Aceh agar segera mengatasi dampak banjir di sepanjang Barat Selatan Aceh,  Pemerintah Aceh segera realisasikan pembangunan tanggul sungai lae soraya Aceh Singkil, meminta Pemerintah Aceh untuk membangun pelabuhan dan bandara bertaraf internasional di Wilayah Barat Selatan Aceh, meminta Pemerintah Aceh membentuk badan pengelola CSR perusahan – perusahan yang berada di Wilayah Barat Selatan Aceh,  meminta kepada Pemerintah Aceh melakukan pengkajian dan evaluasi izin serta amdal perusahan yang ada di wilayah Barat Selatan Aceh, Meminta Pemerintah Aceh untuk membangun pabrik-pabrik industri di Wilayah Regional Aceh seperti pabrik pengolahan padi, pabrik pengolahan ikan,  pabrik minyak  goreng demi ketahanan pangan di wilayah Barat Selatan Aceh,  meminta Pemerintah Aceh untuk segera membuat regulasi,  agar masyarakat Barat Selatan Aceh bisa mengelola pertambangan rakyat,  meminta Pemerintah Aceh untuk memfasilitasi kampus UTU untuk menambahkan jurusan baru sesuai kebutuhan wilayah Barat Selatan Aceh,  meminta Pemerintah Aceh agar memberi akses dan hak yang sama terhadap beasiswa bagi mahasiswa dan pelajar Barat Selatan Aceh,  meminta Pemerintah Aceh untuk mengelola objek-objek wisata di wilayah Barat Selatan Aceh secara profesional” sampai Zulfan membacakan hasil Musyawarah Forum KMBSA

Adapun  dalam orasi tersebut turut hadir perwakilan KMBSA yakni, perwakilan Aceh Barat, T.Wahyu Darmawan, Perwakilan Nagan Raya, Rusman, Perwakilan Aceh Barat Daya, Musrizal,Perwakilan Aceh Selatan, Zulfandi SH,Perwakilan Kota Subulusalam,Iswandi Dody,Perwakilan Aceh Singkil,Khairul Rajuli,Perwakilan Aceh Jaya,Mahdalena serta puluhan anggota KMBSA lainnya. (Asmar Endi)