Hilal Merah Indonesia, Segera Bangun Program di Monisa Bandar Khalifah Peureulak Aceh Timur

 

Aceh Timur – MMGN |Monumen Islam Asia Tenggara( Monisa) yang terletak di Desa paya Meuligo, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur yang mempunyai nilai historis Islam secara mendunia, hal tersebut dibuktikan dengan adanya Makam Pendiri Kerajaan Islam I Asia Tenggara Bandar Khalifah Peureulak yaitu Sultan Said Maulana Abdul Aziz Syah beserta istri nya, Putri Meurah Mahdum Khudawi, yang tercatat didekat batu nisan tertulis Pendiri Kerajaan Islam I Asia Tenggara Bandar Khalifah Peureulak Berkuasa Selasa I Mhr 225H-249H, 840M-864M, Wafat 249H-864M, serta Makam tersebut masih utuh, dan telah dipugar dijaga secara baik mungkin oleh Masyarakat setempat.

Rabu, 19/2/2020, Direktur Nasional Hilal Merah Indonesia Dr. Bakar Almascaty dari Jakarta, yang datang ke Monumen Islam Asia Tenggara ( Monisa), turut didampingi Sekretaris Majelis Ta’lim Ahlussunnah Wal Jama’ah ( Matawa) Tgk Jamaluddin Abdurrahman,S.Pd,S.Kom.I beserta Tokoh Muda Perlak Zulfazli Aiyub sapaan Kupiah Sukei dan para rekan-rekannya ikut membantu dan memandu kedatangan tamu istimewa tersebut , dalam hal Implementasi program Wisata reliji dan Ziarah Makam, serta telah lama dikaji oleh beberapa Doktor Islam dan ekonomi terkemuka di Indonesia.

Dr. Bakar Almascaty, pada kesempatannya, menyampaikan terima kasih kepada teman-teman saya semua yang ada disini, sehingga hari kita dapat berkumpul dan sambil Ziarah ke Makam Pendiri Kerajaan Islam I Asia Tenggara Bandar Khalifah yang berada diperlak, yang pada sebelumnya kami setelah Sunami Aceh datang bersama teman ke Aceh dalam rangka Rekontruksi Aceh, Karya kita yang terbesar itu Masjid Oman, kemudian kita juga desain Makam Syiah Kuala selanjutnya yang lagi hot sedang kita proses desain Makam Habib Bugak, dan nanti kita buat sejarahnya agar bisa sharing.

Kami dari Jakarta ini, bersama teman-teman disini, untuk melihat potensi sejarah Aceh, kita punya proyek dari Papua sampai ke Aceh, sebutnya.

Kita punya misi yaitu membangkitkan peradaban sejarah nusantara, jadi teman-teman diJakarta merasa aneh, kok titik Nol nusantara di Tapanuli Selatan, setelah kita buat kajian bersama para Doktor dan Profesor semua diJakarta, ternyata itu berada di Perlak atau Aceh.

Foto Bersama

Sekretaris (Matawa) Tgk.Jamaluddin Berharap tidak melupakan sejahtera Islam pertama di Aceh, kita bangga dikarnakan Islam pertama itu ada di Peuruelak Aceh Timur, Dengan Makam itu kita akan mencoba dan berupaya untuk membantu membuat Monumen Islam Asia Tenggara ini, agar bisa dijadikan Wisata rohani Islam, sebutnya.

Zulfazli Aiyub sapaan Kupiah Sukei mendukung penuh agar Monumen Islam Asia Tenggara dapat terkenal di negara-negara Islam, bahkan siap Mengwakafkan jiwa dan raga untuk kejayaan Islam Kembali di Peureulak Aceh Timur.

Beliau menambahkan, terkait Agama Islam yang telah berkembang dan maju Se-Asia tenggara, yang telah berjaya dimulai dari peureulak ini, maka kita harapkan nantinya kepada generasi-generasi kita bisa mengetahui dan mempelajari lebih lanjut dalam bentuk Pendidikan Sejarah Islam, dan itu harus menjadi kurikulum khususnya di Aceh dan ini harus disyiarkan melalui sekolah-sekolah nasional, maupun Madrasah, dan itu harus menjadi kurikulum atau mata pelajaran bagi generasi kita semua, tutupnya(pon)