Kadis Sosial Aceh Timur, Penyelesaian PMKS Harus Segera Dituntaskan

 

 

MMGN-IDI | Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur Ir.Elfiandi,S.PI, berharap penyelesaian permasalahan sosial lebih mengutamakan cara berkoordinasi, hal ini disampaikan pada awak media diruang kerjanya, jum,at 3/1/2020,

 

Beliau menyampaikan juga, tahun 2019 yang lalu juga menjadi acuan kita, untuk penanganan permasalahan sosial ini telah dilaksanakan semaksimal munkin, baik fakir miskin, rehabilitasi sosial seperti rehabilitasi sosial anak dan lansia, penyandang disabilitas dan tuna sosial serta program keluarga harapan (PKH), itu sudah semaksimal mungkin kita antisipasi.

 

Memang tidak semua tercover, mengingat Wilayah Aceh Timur yang sangat luas, terdiri 24 Kecamatan, masih banyak yang tertinggal dan harap dimaklumi, kami sebagai Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), memohon maaf sama Bapak Bupati Aceh Timur, belum bisa memenuhi secara sempurna, tapi dengan kinerja kita sudah maksimal dari penanganan fakir miskin, penanganan disabilitas, lanjut usia( Lansia), disabilitas dan kita langsung turun ke desa-desa.

 

Disamping itu beliau juga berharap perlu koordinasi antar desa dan antar kecamatan ketika menemukan hal tersebut langsung di sampaikan ke pemerintah dikabupaten.

 

Kalau hal itu tidak kita lakukan, kita akan tertinggal terus, jangan sampai menjadi pemberitaan yang kurang baik. Apa lagi pemberitaan tersebut sering tidak berimbang. Saya sangat berharap media dalam pemberitaannya selalu berimbang, sehingga masyarakat bisa menilai dengan objektif.

 

Beliau mencontohkan yentang Nurfadilah yang sudah banyak menerima bantuan seperti rehab rumah, kursi roda dari Bapak Bupati Aceh Timur, tapi seolah-olah kita tidak berbuat apa-apa, padahal program tersebut sudah dilaksanakan tahun 2019.

 

Beliau juga menjelaskan untuk tahun 2020 ini kita akan bekerja keras lagi, terkait permasalahan sosial, tapi itu tergantung dengan anggaran atau kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, tanpa keuangan ketersediaan keuangan yang memadai kita tidak bisa berbuat banyak.

 

Dinas sosial, selalu bekerjasama lintas sektor, baik seperti dengan pihak kecamatan, rumah sakit, capil, maupun dinas pendidikan dan semua pihak yang terkait lainnya, demi memudahkan bagi penyandang masalah kesejahteraan Sosial( Pmks) contoh capil untuk biodata dan dinas pendidikan ada orang mestinya anak-anak perlu mendapat pendidikan tapi kartu keluarganya belum ada coba kita bantu agar pendidikannya jangan sampai tertinggal biar mereka sekolah dulu jangan sampai pendidikannya tertinggal, begitu juga dengan dinkes kita butuh Dokter, ambulance, dan kita ikut sertakan orang-orang puskesmas dan semua itu kita laporkan ke dinkes saat kita ada kunjungan mendadak, serta banyak pihak lainnya yang turut bersama kita, termasuk DPRK, dan untuk lansia maupun orang cacat kita antar memeriksa ke puskesmas untuk diperiksa kesehatannya, jadi kita coba bantu permudah administrasi tutupnya.