KEJARI ACEH SELATAN AMANKAN TABLOID INDONESIA BAROKAH.

MMGN – TAPAKTUAN/Tabloid Indonesia Barokah resmi diamankan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan, Jalan Nyak Adam Kamil, Tapaktuan. 

Langkah pengamanan tabloid tersebut didahului dengan serah terima antara pihak Kejari Aceh Selatan dengan pihak Pos Tapaktuan, Kamis (31/1) siang.

Kajari Aceh Selatan Munif SH MH melalui Kasie Intel Akbarsyah SH kepada Jurnalis mengatakan, langkah mengamankan tabloid tersebut untuk memastikan agar tidak beredar ditengah – tengah masyarakat.

“Untuk sementara kita amankan dulu supaya tidak beredar di masyarakat dan disalahgunakan,” ujarnya.

Menurutnya, langkah pengamanan ini  berdasarkan petunjuk pasal 30 ayat (3) huruf B Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, kejaksaan berwenang mengawasi peredaran barang cetak (media cetak).

Bahkan lebih specifik lagi dijelaskan pada huruf C, kejaksaan juga berwenang melakukan pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara.

Paket kiriman tabloid yang telah  diamankan di Kantor Kejari itu seluruhnya berjumlah 23 amplop, karena  ada tambahan 1 amplop dari sebelumnya 22 amplop. 

“Setelah kami buka ternyata dari setiap amplop berisi 2 eksemplar atau 2 buah tabloid,” ungkapnya.

Atas hal ini sambungnya, Kejari Aceh Selatan telah melaporkan secara resmi langkah yang diambil kepada Kajati Aceh di Banda Aceh.

“Untuk langkah selanjutnya, kami masih menunggu petunjuk dari pimpinan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Aceh Selatan Baiman Fadhli SH memberi apresiasi atas langkah pengamanan tabloid Indonesia Barokah yang dilakukan oleh Kejari Aceh Selatan.

“Langkah pengamanan ini sangat tepat untuk memastikan tabloid tersebut tidak beredar kembali seperti baru – baru ini. Hal ini kita juga akan melakukan proses dan telah kita laporkan ke pimpinan Panwaslih Aceh di Banda Aceh,” ucapnya.  
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tabloid Indonesia Barokah itu tiba di Kantor Pos Tapaktuan, Sabtu 26 Januari 2019. Sempat terlanjur di distribusikan ke sejumlah Pondok Pesantren. Namun tak lama kemudian ditarik kembali oleh pihak Kantor Pos,” tutupnya. (MS)