Ketua DPP Musapat Aceh Adakan Pertemuan Khusus Dengan Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud

 

 

MMGN I Banda Aceh, Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud Terima Kunjungan Ketua DPP Musapat Aceh Teuku Jamal Usman sapaan Ampon Jamal, beserta rombongan senin 13/1/20 di Meuligoe Wali Nanggroe Banda Aceh. Adapun pembahasan penting dalam pertemuan tersebut terkait kondisi Tambak Rakyat yang ada di seluruh Aceh.

 

Wali Nanggroe dalam pertemuan tersebut didampingi para Staf wali masing-masing seperti dr. Rasyid dan Ir. Rustam Efendi Bidang Ekonomi, menyampaikan bahwa dengan kedatangan Ketua DPP Musapat Aceh, T.Jamal beserta rombongan, sangat kita apresiasi termasuk Ketua DPD Ampehra Aceh Pidie Hj. Syarifah yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung ke Meuligoe ini.

 

Serta menyampaikan kepada Ketua DPP Musapat terkait masalah tambak rakyat yang ada di Aceh, siap membantu mengadvokasi urusan tersebut kepada Pihak Pemerintah Aceh sampai Ke Presiden.

 

Malik Mahmud sempat mengutarakan terkait Program BRR dulu di Aceh, rehab tambak hanya sebahagian kecil, dan ini perlunya diinventarisir kembali, karena sangat banyak yang belum terehab.

 

Pada pertemuan tersebut Malik Mahmud mengharapkan agar program ini dapat mensejahterakan Masyarakat khususnya, dan mengharapkan juga kepada T.Jamal selaku Ketua Musapat Aceh, untuk segera menyiapkan program rehab tambak dalam skala prioritas di Aceh.

 

Pemangku Wali Nanggroe, sempat menyinggung juga agar das-das yang kondisi rusak agar segera diperbaiki, serta kepada Dinas Pengairan Aceh dan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, diharapkan dapat bekerjasama pintanya.

 

T. Jamal ketika ditanya awak Media tentang agenda pertemuan tersebut, Beliau menjawab bahwa kedatangan saya hari ini ke Meuligoe menjumpai Pemangku Wali Nanggroe salah satu adalah terkait banyaknya tambak yang rusak parah maupun terlantar baik yang berada di dekat pesisir maupun dataran tinggi serta sedimen-sedimen dijaringan Air. Permasalahan ini sudah bertahun- tahun lamanya belum mendapat perhatian dari pihak terkait sehingga usaha petani tambak kerap gagal, rata-rata kehidupan mereka masih prasejahtera tutupnya. (Pon)