Komisi IV DPRA Desak Pemerintah Segera Lelang Proyek Fisik

Banda Aceh – MMGN |Wakil Ketua Komisi IV DPR Aceh, Drs. Abdurrahman Ahmad mendesak Pemerintah Aceh dan pihak terkait untuk segera melakukan proses perlelangan proyek. Sehingga, diharapakan para rekanan cukup waktu untuk pengerjaannya proyek-proyek fisik yang membutuhkan waktu yang cukup sebelum berakhirnya masa anggaran.

Menurut Abdurrahman pihaknya terus memantau DPA, Kita juga sedang memantau Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2019, karena sudah disahkan pada akhir 2018 lalu. Perkiraan kita waktu itu, bulan Februari 2019, sudah berjalan. Namun, yang terjadi sekarang adalah banyak sekali proyek yang belum di lelang,” ungkap Abdurrahman pada MMGN, Rabu (25/6/2019) di Gedung DPR Aceh.

Politisi Partai Gerindra ini, mengakui pihaknya dari Komisi IV DPR Aceh telah memanggil Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait guna membahas permasalahan tersebut. Namun, jawaban eksekutif ketika itu adanya perubahan regulasi terkait administrasi dalam proses pengajuan perlelangan. Itu sebabnya, dinas terkait harus melakukan penyesuaian dengan regulasi yang baru.

“Kan, itu semua sudah diperbaiki. Tapi , kenyataannya, hingga saat ini, belum ada terlaksana dengan baik. Artinya, sedikit sekali kegitan-kegiatan yang telah di tender, dan masih banyak sekali kegitan yang belum di tender,” katanya.

Abdurrahman juga mempertanyakan alasan eksekutif, yang terkesan lamban dalam melakukan proses lelang. Idealnya, sudah harus berjalan sekitar bulan Maret 2019, sedangkan sekarang sudah Juni 2019, dan belum terlaksana dengan baik. Terutama, proyek- proyek yang nilai Pagunya besar.

“Berarti tinggal tujuh bulan lagi, sebelum habis masa kontrak. Bisa jadi, tender akan molor lagi, sehingga akan menghabiskan waktu lagi dan yang kita takutkan adalah anggaran akan menjadi SiLPA kembali,” tandasnya.

Abdurrahman mengakui, Komisi IV DPR Aceh mendesak Pemerintaah Aceh untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut atau sesegera mungkin malakukan tender di setiap SKPA. Begitupun, ia berharap, rekanan yang dimenangkan adalah rekanan yang propesioanal agar menghasilakan pekerjaan yang baik.

Dikatakannya, Jangan, karena waktu sudah kepepet, memenangkan rekanan yang tidak professional. Ini bahaya untuk hasil pekerjaan nanti. Juga harus diperhatikan, jangan memenangkan rekanan yang memasukkan nilai penawaran yang rendah. Kita takutkan, hasilnya juga tidak maksimal nanti,” harap Putra Aceh Besar ini.

Kedepan, kata Abdurrahman memprediksi, akan banyak hambatan yang dihadapi oleh rekanan, berupa, musim hujan, ada masa kelangkaan material berupa bahan galian C dan sebagainya. Terutama, semen akan langka di akhir tahun. Salah satu faktornya adalah, dikerjakannya proyek secara bersamaan.

Menurutnya, Ini harus menjadi perhatian kita semua. Apalagi, semua instrumen yang dimiliki eksekutif sangat lengkap, tapi, kegiatan masih sangat lamban. Ini tidak tahu, kenapa begini. Seharusnya, kegiatan yang sudah lengkap administrasi harus secepatnya di tender, jangan ada persoalan-persoalan lagi. Inikan masalah persolanan administrasi. Ketika, administasi selesai dilelang terus,” harapnya.

Satu proyek itu, tambahnya, tidak hanya diperhatikan terkait tenggat waktu pengerjaannya. Namun, harus dibangun sesuai dengan RAB yang telah direncanakan. Sehingga, hasil bangunan menjadi maksimal dan kokoh. Sehingga, akan berfungsi untuk waktu yang relatif lama.

“ Kalau selesai dibangun, dua hari sudah rusak, kan tidak ada maknanya juga. Jadi, setiap waktu, kita hanya membangun yang itu –itu saja. Padahal, banyak pembanguanan lain yang harus dibangun. Maka, harus dibangun dengan kuliatas baik. Sehingga, dengan anggaran yang akan datang kita bisa bangun infrasruktur lain,”ujarnya. (Daswin)