LIGA U-11, FOPPSI ACEH SELATAN BELUM PUNYA TIKET PP

ACEH SELATAN – MMGN / Forum Persatuan Pembina Sepakbola Indonesia (FOPPSI) Aceh Selatan akan mengikuti Liga FOPSSI U-11 tingkat nasional yang akan di laksanakan pada tanggal 12 September 2018 di Bandung.

Namun pada saat menjelang keberangkatan ini, anak-anak FOPPSI Aceh Selatan mengalami kendala dari segi anggaran yakni tiket pesawat PP dari Medan ke Bandung,Senin 10-9-2018.

“Asrul selaku pelatih FOPPSI U – 11  Aceh Selatan menyampaikan kepada jurnalis di Lapangan Naga Tapaktuan “Didalam mengikuti ajang sepak bola FOPPSI U – 11 yang akan di adakan di Bandung,” kami masih terkendala masalah keberangkatan, sebab kami belum mempunyai atau mengantongi tiket pesawat PP,”katanya.

Kemudian keberangkatan FOPPSI Aceh Selatan kami juga telah menyampaikan hal ini terlebih dahulu kepada pemerintah daerah Aceh Selatan yakni Sekda H Nasjuddin SH MM, agar supaya untuk dapat membantu masalah tiket pesawat PP di dalam keberangkatan ini,”harap Asrul.

Sambung Asrul,”Akan tetapi sampai detik ini belum ada tanggapan dan keputusan atau respon dari apa yang telah kami sampaikan beberapa hari yang lalu. Namun demikian mulai hari ini kita akan coba lagi untuk menjumpai pak  Sekda kembali tentang masalah keberangkatan ini,”ucapnya.

Lanjut “Jika tidak ada tanggapan atau kepastian dari Pemda Aceh Selatan maka FOPPSI akan melaporkan hal ini ke Provinsi bahwa Pemda Aceh Selatan tidak mendukung sama sekali untuk mengikuti liga ini.

“Kita tidak meminta yang lain kepada Pemda Aceh Selatan,hanya sebatas tiket pesawat PP aja,” keluh Asrul

Sebelumnya,perlu kita ketahui bersama, yang mana hal ini hanya KONI Aceh Selatan yang sudah membantu sebesar Rp 10 (sepuluh) juta dan juga di bantu oleh para donatur dengan seikhlasnya.
Itupun kami diarahkan oleh Pemda untuk menjumpai KONi,”jelasnya.

Kendati demikian,” hal ini kami pertanyakan kepada KONI,kenapa hanya di bantu Rp 10 juta padahal uang pembinaan masih banyak dan kemana uang pembinaan itu..? sebab selama tahun 2018 ini tidak ada turnamen usia dini selain Danone.

“Jika ada turnamen U-16, 14, 12 boleh tidak ada lagi dana, akan tetapi tidak ada sama sekali event itu. Ini pertama kali kami minta dana, kalau sudah habis kemana uang itu?” tanya Asrul.

Asrul menambahkan, “tanggung jawab besar dalam hal ini adalah pemda, karena FOPPSI membawa nama daerah Aceh Selatan. Kemudian kami juga telah mengajukan proposal ke Dinas Pemuda dan Olah Raga akan tetapi sejauh ini belum ada sama sekali tanggapan, karena Kepala Dinas Transisi dan tidak paham masalah ini apalagi Kabid olah raga.Pada hal mereka – mereka ini sudah tau kami mau ikut Liga di Bandung,”paparnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *