Mantan Aktivis Aceh Minta Sukmawati Diproses Hukum

Pro kontra terhadap puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri baru-baru ini masih terus saja bergulir. Kali ini, mantan aktivis Referendum Aceh, Faisal Ridha, S. Ag, MM juga ikut angkat bicara.

Dalam rilisnya, Faisal menyebut tindakan Sukmawati sangat menganggu semangat Kebhinekaan yang selama ini terus dikampanyekan oleh pemeritah.

“Apa yang dilakukan Sukmawati adalah cerminan dari kurangnya rasa Kebhinekaan pada dirinya. Adalah tidak pada tempatnya, Sukmawati mengkonfrontir suara kidung dengan lantunan azan. Negara ini dihuni oleh mayoritas umat Islam, sehingga reaksi dari umat Islam tidak dapat dibendung,” tulis Faisal.

Mantan aktivis referendum Aceh ini meminta kepada pemerintah agar tetap melakukan proses hukum kepada Sukmawati walaupun yang bersangkutan telah meminta maaf kepada umat Islam.

“Tidak cukup dengan minta maaf, sebab Indonesia adalah negara hukum. Artinya setiap bentuk pelanggaran hukum, apalagi bersifat penistaan terhadap agama tertentu tetap harus diproses. Meminta maaf boleh saja sebagai bentuk kesadaran atas kesalahan yang telah diakukan, tapi penegakan hukum tidak boleh berhenti hanya dengan modal permintaan maaf, ” tutup Faisal dalam rilis yang dikirimkan pada Rabu (04/04/18).

Seperti dilansir oleh beberapa media, Sukmawati Soekarnoputri sudah meminta maaf atas puisinya yang menyakiti hati umat Islam.(*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *