Masyarakat Berharap Pemerintah Segera Bangun Jembatan Baru Desa Blang Buket

 

Aceh Timur – MMGN | Peudawa, Jembatan Blang Buket Peudawa adalah sebuah Jembatan sarana penghubung Antar Desa sampai saat ini terlihat telah rusak dan telah terbongkar begitu saja, tanpa ada tanda-tanda pembangunan baru sampai saat ini, sabtu, (4/7/2020).

Terkait Jembatan Desa Blang Buket Seorang Warga yang menetap dekat lokasi jembatan yang tidak mau disebut kan namanya, Menyampaikan Ke awak media, sebelumnya jembatan ini dalam kondisi rusak parah dan sangat membahayakan bagi yang melintas, dan pernah tersangkut truc, kemudian dibongkar besi ini bengkok-bengkok coba dilihat sambil menunjuk leger jembatan.

Ia menyebutkan juga banyak sekali masyarakat lain yang melintas, sekarang masyarakat untuk menyeberang kejalan sana harus menempuh jarak yang sangat jauh sebut Orang tersebut.

Kondisi tentang jembatan yang telah rusak berat dan terbongkar didesa blang buket ditanggapi selanjutnya juga oleh warga setempat bernama Musyayadi, Kami sangat butuh jembatan ini segera dibangun kembali
dengan kontruksi baru, karena dijembatan ini banyak anak-anak sekolah melintas dan setelah tidak ada lagi jembatan, mereka harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk kesekolah itu kemarin sebelum COVID, terangnya.

Musyayadi mengungkap sebenarnya jembatan ini sering dilalui oleh masyarakat dari 3 desa juga seperti blang buket, asa rampak dan seuneubok teungoh, serta saya selaku warga ungkap Musyayadi “berharap kepada pemerintah agar membantu segera membangun jembatan, kami ini semua sangat butuh dan ini bukan untuk saya sendiri akan tetapi kebutuhan juga bagi banyak orang, sebutnya.

Ungkapan perhatian atas jembatan antar desa tersebut turut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Blang Buket Peudawa Hanafiah, ke awak media.

Beliau sangat bersedih atas kejadian rusaknya jembatan tersebut, ” karena Masyarakat saya sebelumnya secara rutinitas melintas lewat jembatan ini, baik keperluan untuk sekolah, bertani maupun berkebun dan malah masyarakat desa lain pun terbantu juga dengan adanya jembatan ini, tapi apa boleh buat sekarang kami hanya memandangi saja.

Hanafiah menerangkan kenapa jembatan tersebut terbongkar maupun dalam kondisi terputus.

Jembatan lama ini saya perkirakan ukuran 4 x12 meter, kontruksi leger besi dan tiang tengahnya tidak ada, lama-kelamaan menjadi miring dan melengkung kebawah, akibat tidak sanggup menahan beban, serta sering truk-truk melintas tersangkut dijembatan termasuk mobil pribadi, dan kenderaan roda 2, ini memang sangat membahayakan sebelumnya bagi semua pemakai jembatan, kita tidak mau jembatan antar desa ini menjadi jembatan maut sebutnya.

Hanafiah menambahkan, kita pun sebelumnya sudah berkoordinasi terkait jembatan rusak ini kepada pihak Dinas PU PR Aceh Timur mereka pernah kemari pada saat pembongkaran jembatan dimaksud.

Hanafiah berharap dengan telah dibongkarnya jembatan ini kiranya Pihak pemerintah baik di Kabupaten, Provinsi maupun Pusat Segera membangun Jembatan Baru dalam rangka ikut peduli tentang nasib masyarakat selama ini pintanya.

” Kami menginginkan Dari Pihak Pemerintah untuk segera membangun Jembatan Baru dengan Nama Jembatan Penyelamat, bukan Jembatan Maut sebutnya”