Masyarakat Harus Cerdas Mencari Figur Capres dan Caleg Yang Peduli Upaya Pelestarian Lingkungan

Saat ini kondisi ruang dan lingkungan hidup di Aceh masih belum bisa dikatakan cukup baik, apakah di perkotaan maupun di pedesaan. Kerusakan dan pencemaran lingkungan masih kerap terjadi. Begitu pula jumlah sengketa dan kasus-kasus lingkungan hidup yang terjadi di Aceh juga masih cukup banyak terjadi.

Kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup telah memberikan kontribusi kepada bencana lingkungan hidup di Aceh yang setiap tahun cenderung meningkat. “Setiap tahun, kita selalu berhadapan dengan bencana seperti banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, angin puting-beliung, dan juga konflik antara satwa liar dengan manusia”.

Oleh karena itu, di tengah ancaman percepatan perubahan iklim dan krisis ekologis tersebut, sudah tentu kita membutuhkan sosok pemimpin bukan hanya sosok Presiden, namun juga anggota legislatif yang memiliki visi dan misi untuk menciptakan perbaikan lingkungan. Karena beberapa saat lagi kita akan melaksanakan pemilihan umum Presiden/Wakil Presiden dan anggota legislatif maka yang akan kita pilih untuk duduk atau menjadi Presiden dan anggota dewan di setiap tingkatan sudah seharusnya mereka-mereka yang memiliki visi dan komitmen yang jelas terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup.

Bagaimanapun pembangunan yang berorientasi semata-mata untuk pertumbuhan ekonomi ternyata telah menyebabkan peminggiran rakyat dan hancurnya berbagai ekosistem dan keanekaragaman hayati yang ada.

Untuk itu, perlu ditegaskan betapa pentingnya menghadirkan pemimpin yang bersih, adil dan peduli terhadap kesejahteraan rakyat dan lingkungan hidup.

Di samping itu politik berbiaya besar sudah seharusnya bisa diubah dengan kerja keras dan sistem verifikasi pendanaan yang jelas.

Rakyat sangat berhak mengetahui asal muasal dana yang digunakan, karena banyak calon atau anggota legislatif yang menggunakan jabatannya untuk mendapatkan keuntungan dari berbagai cara yang tidak baik, serta bantuan perusahaan yang ingin meraup keuntungan yang lebih banyak.

Jadi biasanya mereka berdalih melakukan pembangunan dan perubahan di suatu kawasan tertentu, tapi ujung-ujungnya untuk kepentingan kelompoknya dan partainya tanpa mempedulikan dampak dari kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkan.

Karena itu, masyarakat berhak untuk tidak memilih calon presiden maupun calon anggota legislatif yang tidak memiliki kepedulian sedikitpun kepada upaya perbaikan dan pelestarian lingkungan hidup.

Pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Tidak perlu ada ketakutan bahwa pertumbuhan ekonomi akan terganggu jika kita mendukung pelestarian lingkungan.

Makanya pemilu Presiden dan legislatif nanti diharapkan mampu menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran publik bahwa kita sedang dan akan mempertaruhkan masa depan anak cucu kita kepada pemimpin yang akan terpilih pada pemilu yang akan berlangsung pada tanggal 17 April 2019 nanti.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan supaya rakyat lebih cerdas untuk menentukan pilihan mereka.

Pilihlah Capres dan para caleg yang berkualitas dan tidak terlibat pada tindakan perusakan lingkungan serta peduli dan ikutserta pada berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup.

Diharapkan juga orang-orang yang menjadi wakil rakyat dan pemimpin seharusnya memberikan contoh untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Selain itu juga tidak melakukan tindakan yang menghalalkan segala cara untuk memenangi pertarungan politik dalam pesta demokrasi rakyat lima tahunan tersebut nantinya. (*)

Penulis: TM Zulfikar
Aktivis Lingkungan Aceh/Mantan Direktur Eksekutif WALHI Aceh/Koordinator Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) Aceh
HP/WA: 08126901283