PEMBANGUNAN GEDUNG PAUD TAHUN 2017 MEMAKAI DANA DESA TERBENGKALAI DI DESA PASIR PANJANG KOTA SUBULUSSALAM.

SUBULUSSALAM-MMGN| Pembangunan RKB, PAUD di Desa Pasir Panjang, kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam sampai saat ini tidak kunjung selesai.

Pembangunan PAUD ini, dananya bersumber dari dana Desa, tahun 2017 sebesar Rp.120,000,000, namun hingga saat ini belum selesai sehingga persoalan ini telah menjadi sebuah “cerita” ditengah masyarakat, apakah Pembangunan ini seperti tidak bertuan, atau apakah Pembangunan PAUD ini, terkesan ada pembiaran dan sepertinya pihak pengelola tidak bertanggung jawab.

Menurut kepala desa Pasir Panjang, yang baru terpilih, SAMSUDIN LINGGA, ketika dikonfirmasi jurnalis MMGN 8/8/2018, beliau mengatakan bahwa persoalan ini telah berkepanjangan, pasalnya dari tahun 2017, hal ini telah terungkap,dan malah telah diadukan ke pihak wajib, dan INSPEKTORAT, akan tetapi seperti tidak ada tanggapan, semua bisu, seolah persoalan ini didiamkan,dengan bukti, sampai saat ini proyek PAUD tersebut masih tidak ada perubahan,tetap seperti yang dulu.

Seterusnya kata Kades, setelah dibuat pengaduan,tak berapa lama pihak INSPEKTORAT, telah turun ke lapangan, dengan tujuan menindak lanjuti,persoalan ini,akan tetapi seperti hanya sebatas melihat saja, dengan bukti telah hampir satu tahun, persoalan ini terpendam, seolah olah ditutup, dengan bukti tak ada tindak lanjut dari pihak yang berwenang.

 Ditambahkan beliau lagi, sebenarnya yang bertanggung jawab disini adalah, PJ. Kepala Desa,TARMIZI, yang ditugasi dari Pemko, sebagai Pejabat sementara, dan bendahara desa, info yang dikutip kata Kades,dana proyek ini dicairkan sekali gus,dan dikerjakan sedikit, lalu berhenti tanpa alasan yang jelas.

 Setelah Kades baru dilantik, maka persoalan ini kian mencuat, dan selanjutnya melihat Proyek PAUD ini, terbengkalai,maka Kadespun sangat keberatan,begitu juga masyarakat,sangat keberatan melihat, pembangunan PAUD ini tak kunjung selesai. Dan diharapkan kepada yang berwenang,agar menindak lanjuti, demi anak-anak didik PAUD, yang saat ini, masih menumpang lokal.

 Dan info terakhir, kata Kades, Bendahara desa, yang lama pun telah menghilang, dan tidak tau lagi kemana.

Kades mengharapkan semua pihak yang berwenang agar segera menindak lanjuti agar persoalan ini cepat selesai dan bagi yang bersalah dapat mempertanggung jawabkan secara hukum.
(Saran)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *