Pemkab Aceh Selatan Lelang Pengelolaan TPI Sawang Ba’u

Tapaktuan-MMGN

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Selatan menggelar lelang terbuka untuk umum tentang pengelolaan Tempat Pendaratan Ikan  (TPI) Sawang Ba’u, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan di Aula Kantor Camat Sawang,  Kamis (13/9/2018).

Proses lelang disaksikan oleh Camat Sawang Fhadli SE, Kapolsek Sawang Iptu Zulkiram, Danramil 04/Sawang Kapten Inf Amri Umari, Keuchik Sawang Ba’u Tanius, Keuchik  Ujung Padang M Syam, dan Pawang Laot M Nazir serta Toko masyarakat Sawang Bau, Zainun, S. Pd, yang pernah menjadi panglima laot disana.

Pelaksanaan lelang terbuka tersebut dimenangkan oleh Sunardi, warga Gampong Ujung Padang, dengan penawaran tertinggi Rp 190 juta untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) pertahun dan meningkat dari tahun sebelumnya hanya Rp. 173 juta per tahun.

Dengan demikian PAD TPI Sawang Bau meningkat Rp. 17 juta untuk tahun ini, dengan peningkatan PAD Dinas Kelautan tersebut tetap harus dijaga bersama – sama pengelolaannya antara Gampong Sawang Bau dan Gampong Ujung Padang sesuai aturan yang berlaku.

Bagi pemenang lelang juga diharuskan memenuhi kearifan lokal untuk Masjid di Gampong Sawang Ba’u, dan Gampong Ujung Padang.

Hanya saja permasalahan kearifan lokal ini menjadi perbincangan antara dua gampong, karena kearifan lokal itu sudah dimulai sejak tahun – tahun sebelumnya dan jangan terulang lagi, dimana kearifan lokal itu tidak terpenuhi kepada kedua Mesjid sebagai domen kearifan lokal, demi dua Gampong.

Disisi lain, Panitia Lelang yang diketuai Lukman SH, Kepala Bidang Bina Usaha DKP Aceh Selatan menyatakan kearifan lokal itu tidak masuk dalam aturan PAD. Melainkan kebijakan yang saling mengikat antara dua gampong.

Kepala DKP Aceh Selatan Ir Teuku Masrul mengatakan, pelaksanaan lelang terbuka ini sesuai keinginan masyarakat. “Lelang PPI Sawang Ba’u ini kita harapkan berjalan lancar sebagaimana harapan kita semua,” harapnya.

Ia juga mengharapkan kepada penenang lelang, harus memenuhi kewajibannya sebagaimana perjanjian dalam kontrak. Tahun lalu masalah ini sudah menjadi beban dinas, dan menjadi temuan BPK, karena ada item – item yang masih terutang.

Menurutnya, molornya pelaksanaan lelang PPI ini yang seharusnya berlangsung pertengahan tahun ini, karena adanya transisi kepemimpinan di daerah. “Sehingga PAD tahap II 50 persen lagi akan terpenuhi di bulan Februari 2019 mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, pemenang lelang PPI Sawang Ba’u, Sunardi dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas terpilihnya ia sebagai pemenang pengelolaan PPI yang terletak di pesisir pantai Gampong Sawang Ba’u itu.(ae)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *