POLEMIK KIP ACEH SELATAN, BANMUS GAGAL PAHAM

ACEH SELATAN – MMGN/ Terkait persoalan penjaringan KIP Aceh Selatan berujung pada sudah dua kali gagalnya rapat Badan Musyawarah DPRK Aceh Selatan, Minggu 28 Oktober 2018.

Teuku Mudasir yang merupakan mantan Anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Golkar angkat bicara yang mana “Dia menilai anggota banmus yang mangkir dari rapat tersebut karena tidak memahami tugas dan fungsi pokok sebagai anggota DPRK yang tertuang Dalam PP Nomor 16 tentang pedoman tatib DPRD disebutkan bahwa “Banmus merupakan alat kelengkapan DPR yang mempunyai tugas salah satunya memberikan pendapat kepada pimpinan DPRD dalam menentukan garis kebijakan yang menyangkut pelaksanaan tugas dan wewenang DPRD,”ujarnya.

Kemudian Teuku Mudasir menjelaskan,”Poin berikutnya disebutkan tugas Banmus meminta dan/atau memberikan kesempatan kepada alat kelengkapan DPRD yang lain untuk memberikan keterangan/penjelasan mengenai pelaksanaan tugas masing-masing. Dalam hal ini secara jelas terlihat bahwa Ketua DPRK Aceh Selatan ingin meminta penjelasan Komisi A terkait persoalan penjaringan anggota KIP sebagaimana surat keberatan yang masuk ke pimpinan DPRK Aceh Selatan melalui Badan Musyawarah, karena persoalan tersebut berkaitan dengan agenda negara yaitu pemilu dan pilpres.
“Kebijaksanaan ketua DPRK yang patut di apresiasi karena tidak gegabah dalam bersikap, bahkan memfungsikan AKD sesuai dengan tugasnya, tapi kita sayangkan anggota Banmus yang mangkir dari rapat gagal paham terhadap tugasnya,”ucap ketua DPD II Golkar Aceh Selatan.

Politisi senior Teuku Mudasir juga menyarankan,”Agar segera diselesaikan tahapan penjaringan anggota KIP Aceh Selatan. “Jika dinilai ada persoalan terhadap 15 orang tersebut, hal tersebut masih dugaan dan pada tahap uji kepatutan dan kelayakan bisa disaring lagi untuk menentukan 5 orang yang terbaik,”jelasnya.

Ketua DPD ll Golkar Aceh Selatan menyesalkan hal ini karena terlalu berlarut larut, disini pun dinilai bahwa yang tidak hadir pun lebih banyak dari yang hadir, jika silang pendapat kenapa tidak disampaikan saja dalam rapat dan adu argumen disana serta tentukan langkah yang terbaik bukan mangkir dari rapat dan terkesan ke kanak-kanakan. “Yang lebih heran lagi,”Mereka lebih ramai tapi takut, kan aneh? Sementara agenda dan tugas DPRK lainnya masih banyak yang terbengkalai dan malah hanya menjalankan politik kucing sabun,”sesal cekmu.(MS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *