Prestasi Aceh Selatan pada Popda ke-15 Memprihatinkan

Tapaktuan – MMGN | Sebagian masyarakat Aceh Selatan merasa prihatin atas prestasi kontingen Aceh Selatan pada pekan olahraga pelajar Aceh (Popda) ke-15 di Aceh Tengah, pekan lalu, dimana berada di level terendah bila dibandingkan dengan even serupa pada tahun 2016 lalu.

Kali ini, Aceh Selatan yang membawa lebih dari 160 atlit, pelatih dan official itu, hanya berada pada urutan  18 dari  23 kabupaten/kota yang menjadi peserta Popda di dataran tinggi Gayo.

Adapun, perolehan medalinya yakni,   2 medali perak dan 3 medali perunggu dan berbanding jauh dengan sebelumnya mendapatkan  1 medali emas dan beberapa medali  perak dan perunggu. Sehingga menempatkan daerah ini pada posisi 10 besar dari keseluruhan peserta di Aceh pada waktu itu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Selatan Drs. Munawir Hasan kepada Media di Tapaktuan, Rabu, (9/5), mengatakan, perolehan medali itu bukan menentukan keberhasilan prestasi, melainkan hanya sebagai barometer keikutsertaan satu daerah pada even tersebut.

“Even Popda bukan ajang perebutan prestasi, kecuali hanya sebagai bentuk partisipasi satu daerah dan ajang pembinaan pelajar dalam bidang olahraga,” 

Namun demikian, kita juga ikut prihatin dengan minimnya perolehan medali tersebut. Karena bisa memberikan gambaran bahwa daerah ini belum serius melakukan pembinaan atlit baik di sekolah maupun di luar sekolah.  

“Gambarannya kita belum serius membina olahraga dan atlit baik di sekolah bersangkutan maupun di  luar sekolah,” 

Menurutnya, banyak faktor yang melatar belakangi kegagalan pembinaan atlit dan olahraga di Aceh Selatan, di antaranya, belum tumbuhnya partisipasi masyarakat, minimnya dukungn dana dari  Pemkab dan terbatasnya fasilitas, sarana dan pra-sarana olah raga.

“Popda yang baru selesai di gelar, menjadi salah satu alat ukur keberhasilan pembinaan atlit dan olahraga, sehingga ketika hendak berhasil maka dukungan partisipasi masyarakat, kucuran dana lebih besar, tersedianya fasilitas, sarana dan pra-sarana untuk olahraga menjadi penting untuk dipersiapkan,” katanya.

Beliau menepis persepsi sebagian kalangan di Aceh Selatan yang menyatakan prestasi Popda kali ini sangat memalukan karena hanya berada pada urutan 18 dari 23 kabupaten/kota di Aceh.// MS




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *