Ruslan M. Daud Bertekat Fokus Perjuangkan Pengembangan Pendidikan Dayah di Parlemen

Jakarta – MMGN |Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terpilih Dapil Aceh II, H. Ruslan M. Daud akan menjadikan pengembangan pendidikan dayah (Islam) sebagai salah satu fokus yang akan diperjuangkan di legislatif. Bapak Ruslan atau yang akrab disingkat HRD menyebutkan bahwa disahkannya Undang-Undang Pesantren pada tanggal 24 September 2019 lalu menjadi momentum besar bagi pendidikan Islam untuk berkembang lebih pesat dan kompetitif di masa akan datang. “UU Pesantren yang diinisiasi oleh fraksi PKB merupakan jawaban atas perjuangan panjang para ulama, kiyai dan tokoh-tokoh Islam. Sebagai anggota DPR RI dari PKB, saya akan berjuang untuk memastikan implementasi UU Pesantren berjalan maksimal, terutama untuk dunia Dayah di Aceh” tegasnya kepada Serambi Indonesia di Jakarta.
Bupati Bireuen periode 2012-2017 tersebut akan memperjuangkan kepentingan dayah dalam beragam bentuk, seperti menitikberatkan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan Dayah di Aceh dengan mendorong penyediaan infrastruktur yang memadai dan layak, peningkatan kualitas dan kesejahteraan pengajar sehingga mampu melahirkan santriwan dan santriwati yang handal, bermoral, mencetak hafidz-hafidzah dikalangan generasi muda Aceh untuk melahirkan insan yang berkepribadian religius, harmonis, tangguh dan mampu mengatur bangsa dan Negara.
Penerima penghargaan Adhi Karya Pangan Nasional yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo ini, mengatakan bahwa peningkatan layanan kesehatan di Dayah sangat urgen untuk diperhatikan. Di samping itu tidak kalah pentingnya lagi adalah memotivasi pengembangan UMKM di dayah-dayah, melakukan pengawasan pendidikan dayah dan melakukan aksi promosi kompetensi lulusan dayah kepada publik.
Selain itu, Wakil Kepala Divisi Organisasi dan Kelembagaan Tastafi Aceh ini juga menekankan pentingnya mendorong semangat wirausaha (entrepreneurship) di dunia pendidikan dayah di Aceh. “Pengalaman saya sebagai pembisnis dan memimpin saudagar dagang Aceh Malasyia tentu menjadi modal besar untuk saya dalam mengadvokasi pentingnya memandirikan ekonomi dayah.” imbuh Ketua Acheh World Trade Centre (AWTC) periode 2004-20017 tersebut.
Meskipun demikian, HRD mengingatkan Dayah untuk terus menjaga identitas ke-NU-an dan tradisi Dayah yang memiliki ciri khas khusus. “Keinginan ingin memoderenkan dayah bukan berarti kita mengabaikan kearifikan dan keunikan yang dimiliki oleh dayah yang sudah berjalan ratusan tahun. Kita tetap komit memelihara dan menjaga identitas dayah kita” simpulnya di hadapan wartawan senior Serambi Indonesia di Jakarta.

Sebagai alumni Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) Samalanga Bireuen, akan memperjuangkan pembangunan perumahan layak huni serta terjangkau bagi masyarakat fakir miskin yang berpenghasilan rendah, baik untuk masyarakat pesisir pantai seperti keluarga nelayan, petambak garam maupun masyarakat wilayah pegunungan.

Disamping itu juga berupaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pertanian dari hulu hingga ke hilir seperti Waduk kecil dan besar/irigasi, jalan dan jembatan yang menghubungkan centra-centra produksi dengan pasar dan beragam kebutuhan infra struktur lainnya.

Intinya, saya akan berjuang untuk mempengaruhi kebijakan pusat sehingga terciptanya kondisi hukum dan politik anggaran yang kemudian membuka ruang bagi rakyat kecil dan menengah di Aceh dalam mengejar ketinggalan pembanguan di semua sektor akibat konflik politik dan senjata masa lalu. Karena itu saya juga akan terus berupaya untuk mengawal kekhususan Aceh yang bermartabat dan berbasis pada perdamaian Aceh tegas Putra kelahiran Samalanga, 11 Mei 1970.

Semua ini perlu kerjasama semua pihak terutama Pemerintah daerah dan stakeholder lainnya, tutur Ruslan salah seorang Tokoh penting dalam proses perdamaian Aceh.

Terakhir saya berharap agar amanah yang telah dibebankan ke pundak saya oleh para Abu, para santri, guru, petani, nelayan, petambak garam, pedagang kecil dan menengah serta masyarakat mampu saya jalankan selama 5 tahun ke depan. Arahan, bimbingan dan doa dari para Abu sangat membantu saya dalam menjaga amanah ini.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *