Satker BWS Sumatera I , Selenggarakan Pertemuan Konsultasi Masyarakat di Aceh Timur

IDI – MMGN | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Sumber Daya Air, melalui Satker Balai Wilayah Sungai ( Bws) Sumatera I Provinsi Aceh Bidang Perencanaan dan Program menyelenggarakan Pertemuan Konsultasi Masyarakat ( Pkm ), menyangkut Pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi ( D.I ) Jambo Reuhat yang merupakan Kewenangan Provinsi, acara tersebut dihadiri dari Berbagai Unsur terkait Dinas -Dinas, Para Camat, P3A, dan Para Gapoktan , semua peserta diikut sertakan sebanyak 70 orang yang mengambil tempat di Aula Bappeda Aceh Timur, Selasa 8 oktober 2019.

Pelaksana Tekhnis Balai Wilayah Sungai Sumatera I Provinsi Aceh Suprayitno, ST, saat di konfirmasi Wartawan Mega Nusantara, menyampaikan, Program Pemerintah Pusat dalam hal ini PU PR, berarti ini kegiatan Integrated Participatory Devopment And Management Of Irrigation (IPDMIP),juga merupakan program Pemerintah dibidang Irigasi, ini masih tahap perencanaan kita lakukan terhadap Daerah Irigasi Jambo Reuhat yang sudah dibangun melihat apa persoalan, apa manfaatnya yang sudah dibangun selama 35 tahun. Serta program ini bertujuan untuk meningkatkan Produksi hasil Pertanian Masyarakat.

Beliau menyampaikan tidak ada kendala – kendala sampai saat ini dan Masyarakat sangat menyambut baik akan program dimaksud, karena ini didata kembali, apa persoalannya terhadap sosial ekonomi. Contohnya kalau ada prasarana fisik yang perlu diperbaiki, tapi harus didata kembali, sesuai kaidah yang berlaku.

Suprayitno sebagai Pelaksana Tekhnis dan selaku pemateri Acara menggambarkan mengenai Pembangunan fisik yang dibangun itu perlu memakai data perencanaan, dan kita harapkan juga dengan acara ini bisa menggali informasi tentang Derah Irigasi Jambo reuhat dan melihat setelah dibangun bagaimana apakah ada yang rusak, atau banyak saluran yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan tuturnya.

Disamping itu salah seorang peserta Program rencana IPDMIP Aceh Timur Camat Idi Tunong Baihaki,S.Ag yang ikut pada acara tersebut menyampaikan program ini sangat bermanfaat untuk pembangunan Irigasi rehab maupun penambahan, ini khususnya terutama masalah sampah juga yang yang ada diirigasi di Idi Tunong, selalu tertahan di Gampong Keumuneng, dan kita minta solusi pada Pihak Provinsi bagaimana cara menyelesaikan sampah- sampah tersebut, apakah mereka mengalokasi dana untuk petugas, karena sampah tidak akan habis kalau hari ini dibuang besok ada lagi kalau satu tahap dibuang dan bertumpuk disatu tempat bisa tangani, ini kan terus menerus sampai ke Gampong Keumuneng, akibat banyaknya sampah yang tertahan maka terjadi luapan banjir.

Terkait cara penyelesaian masalah bangunan diatas bantaran Irigasi dan juga sampah, Camat Idi Tunong menjelaskan bahwa kami telah duduk dengan 2 belah pihak Masyarakat Kecamatan Banda Alam, dan Idi Tunong, dalam hal ini belum ada solusi sampai sekarang, maka masalah sampah -sampah ini kami sampaikan kepada pihak Provinsi pada acara tadi, jadi Pak Keuchik pun tidak bisa menjawab.

Baihaki menambahkan Banyak Rumah warga ditepi bantaran sungai maupun irigasi kalau Pada musim penghujan kadang – kadang ikut kebanjiran disebabkan sampah yang menumpuk. Kami akan mengupayakan untuk menyuratinya sampai keprovinsi serta mencari solusi yang terbaik tutupnya. (pon)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *