Tiang Pancang Jembatan Kluet Utara – Kluet Timur  Digerus  Sungai.

MMGN – TAPAKTUAN/Warga di Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan, mengkhawatirkan kondisi jembatan yang melintang Sungai Kluet. Karena struktur bawah atau tiang pancang penopang jembatan, digerus  sungai.

“Sejak selesai dibangun, jembatan tersebut telah menjadi kebanggaan masyarakat di dua kecamatan yakni Kluet Timur dan Kluet Utara,” kata Umar Alam (57),  warga Gampong Paya Dapur, Kec. Kluet Timur kepada Media MMGN di Tapaktuan, Rabu (13/3/2019).

Menurut dia, selain sebagai sarana transportasi memangkas jarak tempuh  antara Kluet Timur dengan Kluet Utara. Jembatan tersebut  juga telah menjadi destinasi wisata baru di daerah itu.

“Namun sayangnya, tiang pancang di dua sisi bawah bagian Kluet Utara dan Kluet Timur telah digerus sungai,” ungkapnya.

Ia menyatakan, sepengetahuannya pembangunan jembatan sepanjang lebih kurang 100 meter tersebut dilaksanakan secara bertahap dalam rentang tahun 2016 hingga tahun 2018.

“Kecuali pada tahun 2017 tidak ada pengerjaan apapun  di jembatan itu. Tapi tiang – tiang tersebut dibangun pada tahun 2016, beserta lantai dibagian sisi  Kluet Utara,” bebernya.

Baru pada akhir tahun 2018, sambungnya, Pemerintah Provinsi Aceh kembali melanjutkan pembangunan hingga rampung pada bagian lantai sisi  Kluet Timur. 

“Saat pengerjaan pembangunan bagian  lantai arah Kluet Timur, warga pernah menyampaikan kepada pihak pelaksana proyek terkait kondisi tiang pancang  jembatan yang telah digerus sungai itu,” ucapnya.

Tetapi sambungnya, pihak lapangan yang mengerjakan proyek lanjutan pada tahun anggaran 2018 itu,  mengaku tiang pancang jembatan itu bukan wewenang pihaknya. 

“Gerusan lokal di sekitar tiang pancang bagian Kluet Utara dan Kluet Timur, tepat di tengah – tengah sungai itu, akibat arus deras dan banjir besar,” tuturnya, prihatin.

Sehingga di sekitar dua tiang pancang tersebut telah seperti kolam, dan menjadi tempat tumpukkan kayu – kayu hanyut. Bila saja tidak cepat dilakukan penanganan, ditakutkan jembatan itu  akan ambruk.

Oleh sebab itu, harapnya, Pemkab Aceh Selatan maupun  Pemrov Aceh harus segera melakukan penanganan struktur bawah jembatan tersebut. 

“Seandainya terjadi ambruk maka dana puluhan miliar tersebut   akan menjadi  sia – sia. Oleh karena itu, kita berharap kepada Pemkab Aceh Selatan maupun Pemrov Aceh agar segera   menanganinya,”  harapnya.

Sementara itu, Kepala PUPR Aceh Selatan Ir TWK Bahrumsyah sejauh ini belum berhasil dihubungi untuk diminta tanggapannya terkait kekhawatiran warga Kluet Raya itu. 

Namun sejumlah sumber di PUPR Aceh Selatan menyebut, tiang – tiang pancang penumpang jembatan Kluet Utara – Kluet Timur itu sebelumnya telah dilakukan uji standar.

“Persoalannya sekarang hanya kecemasan masyarakat karena melihat gerusan lokal di tiang pancang. Memang sebaiknya, untuk menghindari gerusan dibangun beton pengaman atau batu gajah,” sebutnya.  (MS).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *