TKPSDA WS Jambo Aye, Adakan Kunjungan Lapangan, dan  Gelar Sidang IV   Tahun 2019

 

Lhokseumawe – MMGN | Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA)  WIlayah Sungai ( WS ) Jambo Aye,   adakan Kunjungan Lapangan ke Bendung Jambo Aye Aceh Utara, dan Gelar Sidang IV Tahun 2019, bertempat di Rajawali Hotel Lhokseumawe, senin, 16/12/2019.

Adapun peserta kegiatan merupakan anggota TKPSDA WS. Jambo Aye yang terdiri dari Unsur Pemerintah dan Non Pemerintah yaitu dinas –  dinas provinsi, dinas Kabupaten/Kota dan  utusan Lsm, Yayasan, dan Lembaga terkait lainnya.

Dalam kegiatan tersebut Ketua TKPSDA WS. Jambo Aye, Ir. Helvizar, M.Si, yang diwakili Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Supriyatno yang yang juga sebagai pimpinan  Sidang IV tahun 2019, menyampaikan ke awak media bahwa acara yang kita laksanakan ini berlangsung selama 3 hari dimulai, Minggu, 15 Desember 2019 S/d. Selasa 17 Desember 2019 dimulai dengan pembukaan bertempat di Rajawali Hotel Lhokseumawe,  dan Kunjungan ke Bendung Jambo Aye Aceh Utara, serta kita lanjutkan pembahasan hasil kunjungan tersebut.

Sidang Ke IV ini mengangkat fakta sesuai dari hasil tinjauan ke lapangan, dan isu strategis di Wilayah Sungai Jambo Aye, dan kita harapkan  dapat ditindaklanjuti oleh Instansi – Instansi terkait sesuai tugas dan tanggung jawabnya baik dari hulunya, tengah  dan hilir.

Sedangkan kita disini membahas 3 Aspek komisi yaitu Konservasi, Pendayagunaan, dan Pengendalian daya rusak, sehingga akan menghasilkan matrik program sebutnya.

Foto di Bendungan Jambo Aye

Dalam kunjungan ke Bendungan Jambo Aye,   media MMGN mengkonfirmasi  kepada salah seorang peserta yang berasal dari Yayasan Leuser Internasional ( YLI ), Syahrul, mengatakan terkait kunjungan kebendung hari ini telah  memetakan persoalan – persoalan  yang terjadi  di Krueng Jambo Aye seperti adanya longsoran tebing sungai, galian C,  yang merupakan isu strategis yang bisa di angkat dalam sidang dan bisa mengeluarkan rekomendasi.

Selanjutnya Kepala Bidang (Kabid) PU PR Aceh Utara Jaffar juga  memberikan masukan terkait kunjungan ke Bendung tersebut, Ia mengatakan  permasalahan dikrueng Jambo Aye, sangat komplit terkait aspek konservasi ini butuh perhatian dari semua pihak.

Jaffar juga mengatakan ada beberapa desa terjadi pengambilan galian C, yang tidak terkontrol, dan ada hal-hal yang diatur dalam pengambilan galian C yang dilanggar.

Kondisi ini menyebabkan  kualitas air semakin hari semakin menurun dan menjadi keruh sehingga membawa sendimentasi, hal ini sangat berpengaruh terhadap operasional bendung, selanjutnya masuk ke jaringan irigasi saluran pembawa atau saluran pembuang, sehingga meningkatkan biaya pemeliharaan dari jaringan irigasi sawah ini menjadi besar tutupnya. (Pon)