Dorong Rekontruksi 7 Tanggul Sungai di Aceh Selatan, LPPA Apresiasi Rafli Kande

BANDA ACEH – Lembaga Pemantau Parlemen Aceh menyampaikan apresiasi atas upaya anggota DPD RI Perwakilan Aceh, Rafli Kande dalam memperjuangkan rekontruksi 7 tanggul sungai di Aceh Selatan.

“Kita patut mengalresiasi upaya beliau meyakinkan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera melakukan langkah penanganan bencana abrasi dan banjir di Aceh Selatan dengan upaya rekontruksi 7 tanggul sungai. Dan Alhamdulillah program itu akan segera diwujudkan, semoga terlaksana dengan baik,” ungkap ketua LPPA Muzakir kepada media, kamis (16/11/2017).

Upaya yang dilakukan Rafli Kande ini membuktikan bahwa anggaran yang di kucurkan dari pusat ke Aceh Selatan tidak sepenuhnya dilakukan oleh Bupati.

” Beliau (Rafli Kande) kan juga sangat sering duduk dan melakukan rapat dengar pendapat dengan pihak kementerian. Tentunya beliau mendorong kebijakan program pemerintah pusat untuk daerah. Sebagai putra barat selatan, wabil khusus putra kelahiran Aceh Selatan tentunya beliau juga akan mendorong agar daerah tersebut diperhatikan pemerintah pusat,” kata Muzakir.

Menurut Muzakir, klaim yang dilakukan oleh Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra yang selama ini mengatakan dirinya sendiri telah berhasil menjemput anggaran yang sangat besar akhirnya terbantahkan.

Selama ini, kata Muzakir, klaim itu, seakan menafikan pihak-pihak lain yang berjuang untuk mendorong pembangunan Aceh Selatan di pusat.

“Ini kan real bukti nyata bahwa anggaran rekontruksi 7 sungai itu dari dana hibah BNPB bukan otsus ataupun DAK. Alhamdulillah rekontruksi sungai di Aceh Selatan itu sangat membantu masyarakat dalam proses penanganan banjir dan abrasi yang semakin menjadi-jadi,” lanjut Muzakir.

Meskipun, selama ini kita ketahui DPD RI memiliki keterbatasan dalam sektor budgeting, namun upaya-upaya mendorong kebijakan program di pusat tentunya terus dilakukan, meskipun sangat jarang dipublish sehingga pihak tertentu mengklaim hal tersebut sepenuhnya buah dari kerjanya. Padahal ada yang lebih berperan penting dalam urusan program-program pusat untuk daerah.

” Walaupun mungkin selama ini banyak yang diperjuangkan dan di dorong beliau di pusat tapi ditiadakan oleh pihak tertentu.Biasa lah, sapi punya susu, lembu punya nama,” beber Muzakir.

Aktivis muda Aceh Selatan itu juga menyatakan sangat salut, selama ini dia menilai sosok Rafli Kande seakan begitu ikhlas dalam mendorong program-program pembangunan itu. Dia berharap ke depannya Rafli bisa lebih banyak lagi berbuat demi rakyat.

” Walaupun beliau (Rafli Kande) yang dorong program di pusat, beliau tidak pernah mengintervensi siapa pemenang lelang, apalagi minta-minta fee proyek, ini baru namanya mazhab hana fee. Bahkan yang membuat kita terharu, beliau sama sekali tidak pedulikan siapa yang ambil keuntungan, asalkan itu bermanfaat untuk masyarakat,” jelas Muzakir.

Untuk itu, kita berharap agar pihak-pihak tertentu tidak lagi berupaya mengelabui masyarakat. “Mari kita membangun daerah tanpa mengabaikan peran pihak lain” ajak mantan aktivis Hamas ini.

Di samping itu, Ia juga mengajak semua pihak terutama Rafli Kande untuk tetap istiqomah dalam memperjuangkan masyarakat.

” Insya Allah setiap kebaikan akan menghadirkan kemuliaan. Walau ditutupi oleh lumpur hitam sekalipun mutiara tetap akan bersinar, dan pada waktunya fakta akan terungkap, kerinduan rakyat pun akan terjawab,” tutur Muzakir.

Sebagai elemen sipil, pihaknya sepakat untuk bersinergi memantau dan mengawasi laju pembangunan di daerah yang berjuluk negeri pala itu.

” Kita berharap setiap i’tikad baik untuk masyarakat dalam mewujudkan pembangunan daerah dapat terwujud, dan bertahap persoalan-persoalan urgent di masyarakat dapat terjawab dengan upaya dan kerja keras segenap pihak,” pungkas Muzakir.