Guru Honorer yang Lulus UKG, 50 Persen kebawah Nilainya masih di bawah Standarisasi Kemenikbud

BANDA ACEH – Hasil Tes Uji Kompetensi Guru (UKG) bagi guru honorer yang akan di kontrak oleh Pemerintah Aceh yang sudah dilaksanakan pada bulan Desember lalu tinggal menunggu pengumuman saja, Hal itu disampaikan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Aceh, H Darmansyah, SPd, MM mengatakan saat di jumpai Meganusantara.info di ruang kerjanya, Rabu (21/2/2018).

Guru yang mengikuti UKG tersebut semua di nyatakan Lulus dengan nilainya yang berbeda-beda, Artinya masing-masing Guru yang telah mengikuti Ujian sudah memiliki nilai dengan Grid A, B, dan C sesuai dengan kemampuannya.
“Guru yang lulus UKG Desember lalu, 50 Persen Kebawah Nilainya masih dibawah standarisasi Kemendikbud,” ungkap Darmansyah

Bagi Guru yang Lulus dengan Nilainya masih dibawah standar, Menurut Darmansyah juga akan tetap mengajar seperti biasanya, namun kita sudah tahu sejauh mana kemampuan mengajarnya masih rendah, maka perlu di bina untuk peningkatan kemampuan dan profesionalmereka lagi.

Bagi guru honorer yang memiliki nilai UKG sesuai standarisasi di tetapkan oleh Kemendikbud RI, mereka akan diberikan gaji sesuai UMP Aceh.

“Khusus bagi guru honorer yang tidak memenuhi nilai standarisasi, mereka tetap akan diberikan gaji oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh sesuai dengan nilai yang mereka peroleh dan tidak ada istilah di pecat sebagai guru honorer,” kata Darmansyah.

Darmansyah juga mengatakan, Bagi guru honorer yang nilainya masih belum memenuhi standarisasi masih ada kesempatan untuk mengikuti UKG Kembali agar guru tersebut bisa mendapatkan nilainya lebih tinggi, Namun Jika sudah diberikan kesempatan tiga kali masih juga tidak bisa meningkatkan nilainya, Pihaknya akan mengambil sikap tegas, Artinya mereka tidak layak mengajar, cetusnya.

Terakhir Darmansyah berharap, Kepada guru yang bernilai baik di harapkan dapat mempertahankan prestasinya dan terus mengajar dengan profesional, sementara bagi guru honorere yang nilainya belum memenuhi standarisasi agar terus belajar sambil mengajar, tutupnya.