HRD Dorong Penutupan Bandara SIM Sementara Waktu

 

MMGN – Banda Aceh |Anggota DPR RI Fraksi PKB asal Aceh, H. Ruslan M Daud (HRD) meminta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk menutup sementara Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) dalam rangka meminimalisir keluar masuk orang. “Melihat dampak virus Corona 19 yang semakin parah dan umumnya yang terdampak adalah mereka yang melakukan perjalanan ke daerah terjangkit, saya pikir penutupan Bandara SIM dapat menjadi salah satu upaya pencegahan yang baik untuk Aceh. Penutupan yang saya maksud di sini adalah pembatasan kepentingan komersil. Namun untuk tujuan medis dan kemanusiaan tetap berlangsung sebagaimana mestinya” ujar HRD.

HRD menambahkan bahwa dirinya yang duduk di Komisi V dimana salah satunya bermitra dengan Kementerian Perhubungan, akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk mengambil langkah yang tepat terkait ini. “Karena kewenangan menutup sebuah bandara ada di Kemenhub, saya sudah membangun komunikasi dengan Ditjen Hubungan Udara untuk mengambil opsi tutup sementara Bandara SIM. Pihak Kemenhub sedang mengkaji usulan dimaksud karena ada pertimbangan-pertimbangan lain yang harus dipikirkan secara matang” tambah HRD.

Lebih lanjut HRD menyampaikan bahwa Badan Musyawarah bersama pimpinan DPR sudah memutuskan untuk kembali memulai masa persidangan terhitung Senin 30 Maret. Meskipun demikian HRD menambahkan bahwa metode sidang akan dilakukan dengan pembatasan kehadiran secara fisik dan menggantinya dengan sidang virtual (teleconference). “Dalam waktu dekat, kita akan RDP dengan Kemenhub. Saya akan tindaklanjuti usulan pembatasan keluar masuk orang seperti bandara, pelabuhan dan akses lainnya” tegas HRD.

Bupati Bireuen 2012-2017 ini juga mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh, terutama Bupati Aceh Besar yang sudah menyurati Kementerian Perhubungan untuk meminta penutupan sementara Bandara SIM. “Saya dapat informasi bahwa Bupati Aceh Besar sudah mengirim surat kepada Dirjen Perhubungan Udara untuk meminta penutupan sementara Bandara SIM. Meskipun akan berdampak terhadap ekonomi kita, saya mendukung sepenuhnya langkah ini. Karena jika kita tidak batasi perpindahan orang maka akan berdampak lebih parah terhadap segala roda kehidupan termasuk ekonomi, kesehatan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya. Intinya kita batasi dulu kepentingan komersil demi keselamatan dan kesehatan masyarakat banyak” demikian HRD sembari meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kedispilinan dalam melaksanakan protokol kesehatan dan juga memanjat doa kepada Allah yang maha kuasa untuk melindungi kita semua dari bahaya wabah Corona.