HRD Usulkan : Lot Tawar Jadi Kawasan Staretegis Pariwisata Nasional, dan Program MCK Di Dayah Dipadat Karyakan

Jakarta – MMGN | Anggota Komisi V DPR RI Asal Aceh H. Ruslan M. Daud, SE (HRD) meminta kepada Ditjen Cipta Karya dan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR untuk menjadikan Lot Tawar sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Hal itu disampaikan HRD dalam rapat dengar pendapat dengan Ditjen Cipta Karya dan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerin PUPR di ruang rapat Komisi V DPR RI Gedung Nusantara Komplek Parlemen Senayan Jakarta Pusat. (26/01/2020).

Lot Tawar yang Letaknya di pusat Kota Takengon dengan panorama alam yang begitu menakjubkan ditambah iklim yang sangat bersahabat, lokasi sangat strategis, tidak jauh beda dengan lokasi lain yang telah ditetapkan sebagai KSPN super prioritas, jelas HRD.

Menjadikan Lot Tawar Aceh Tengah sebagai KSPN merupakan wujud pemerataan pembangunan yang berkeadilan, tegas Ruslan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bireuen 2012 – 2017 juga menyinggung program sarana SANITASI /MCK untuk Dayah / pesantren dengan alokasi dana hanya 200 jt pertitik, maka pengelolaannya lebih baik dilakukan secara swakelola/padat karya dengan pihak Dayah/pesantren dari pada dipihak ketigakan/tender.

Politisi PKB ini menerangkan bahwa jika program ini dilaksanakan secara swakelola maka dipastikan dapat menampung tenaga kerja dari kalangan Dayah. Hal ini sesuai dengan semangat Presiden terkait dengan penampungan tenaga kerja sebanyak mungkin yang terimbas dari pandemi Covid-19, ungkap HRD.

Selanjutnya jika dikerjakan pihak ketiga, kualitas MCK jauh lebih rendah dibandingkan dengan sistem swakelola. Kalau ditender dipastikan penawarannya gila-gilaan, mungkin sampai 20-30% seperti yang terjadi sekarang. Kita khawatir produk akhir dari MCK tersebut tidak maksimal, sebut HRD.

Oleh karena itu, sebaiknya digunakan saja skema swakelola dengan menghadirkan pendamping seperti di program-program lainnya, tutup KAPOKSI V FPKB