Kumpulkan Isu Strategis TKPSDA- WS Jambo Aye Adakan Kunjungan Lapangan Ke Aceh Timur

 

Aceh Timur – MMGN | Tim Koordinasi Pengeloaan Sumber daya air wilayah sungai (TKPSDA-WS) Jambo Aye Adakan kegiatan sidang ke-II periode III tahun 2021 yang berlangsung di Hotel Royal Idi Aceh Timur tanggal 23-25 juni 2021  berlangsung selama 3 hari  dengan agenda sidang Isu Strategis Pengelolaan Sumber Daya Air pada Wilayah sungai Jambo Aye.

Pada Agenda sidang tersebut Anggota TKPSDA Ws Jambo Aye terdiri dari tiga komisi yaitu konservasi, pendayagunaan serta komisi pengendalian daya rusak air ,untuk kemudian komisi dibaurkan menjadi tiga(3)kelompok A, B,C, serta dengan rute kunjungan lapangan diberbagai desa di aceh Timur seperti desa teupin gajah kecamatan julok, desa pucok alue sa, gampong blang dan blang nie kecamatan simpang ulim, termasuk kunjungan ke desa seuneubok saboh, buket kareung,buket bata dan pante rambong Pante bidari.

Selanjutnya anggota TKPSDA WS Jambo Aye saat melakukan kunjungan lapangan disambut baik oleh Para Camat masing-masing wilayah serta para kepala desa untuk saling berbagi informasi terkait isu strategis di lokasi tersebut.

Pada kesempatan yang sama Ketua lembaga riset dan pengabdian masyarakat Fakultas Teknik Unmuha Banda Aceh M.Ahsan Jass, Master Engineering yang termasuk sebagai TKPSDA Ws Jambo Aye, ikut memberikan tanggapan ke awak media bahwa
hasil pemantauan dilapangan mengenai penambangan pasir dengan cara penyedotan di desa Seunebok Saboh, yang dilakukan masyarakat, pada prinsipnya tidak mengganggu kestabilan sungai, karena pada lokasi tersebut terjadi sedimentasi yang berdampak terhadap pendangkalan sungai, dengan adanya kegiatan masyarakat ini maka secara azas manfaat telah membantu normalisasi palung sungai.

Untuk di lokasi Desa Pante rambong kecamatan pante bidari daya rusak air telah memutuskan jalan desa, peristiwa erosi tebing sungai ini bila tidak segera diatasi akan terus berlanjut, kejadian ini akibat terjadi kerusakan di daerah tangkapan hujan/DAS. Sungai yang bersangkutan.
Ada beberapa cara untuk mengatasi daya rusak air ini, antaranya Melakukan konservasi di kawasan tangkapan hujan dengan melakukan reboisasi, membangun embung resapan, dan yang lain-lain yang prinsipnya bertujuan melakukan penahanan air hujan di kawasan hulu.

Selanjutnya, penanganan erosi tebing sungai terhadap ancaman arus banjir, dapat segera dilakukan dengan membangun perkuatan tebing sungai secara benar, dan pembangunan Krip pengarah arus sungai, kedua konstruksi ini, di desain secara benar, permanen hingga benar- benar dapat menghadang daya rusak air. Bentuk sungai di lokasi ini seperti letter”S”,sehingga mudah untuk di lakukan pelurusan sungai/short cut, tetapi cara ini tidak cara paling buruk, karena merubah kondisi Fisik lingkungan sungai, kelemahannya adalah akan menimbulkan degradasi dasar/ kemiringan sungai, fauna dan biota sungai kehilangan habitat. Bahasa lain biarkan alam ini seperti Allah ciptakan.

Awalnya segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, Allah ciptakan secara terukur dan seimbang. Hanya manusia yang merusak keseimbangan ini, dan giliran manusia itu sendiri yang harus merasakan bencana sebagai balasannya terang Ahsan Jass

Pada hari yang sama Keuchik Pante Rambong Ramli yasin saat menerima rombongan TKPSDA Ws Jambo Aye beliau menyampaikan bahwa kami menyambut baik kedatangan Bapak dan Ibu sekalian disini, kami mohon jangan hanya sekedar melihat akan tetapi mohon diperhatikan dan dibantu masyarakat kami karena mereka lagu susah , seperti Jalan kemukiman blang seunong kebun masyarakat semua sudah jatuh dan abrasi kesungai hilang jejak sejauh 80 meter dan jalan nya tidak ada lagi, dan ini pun sudah mengancam jalur irigasi yang sedang dibangun sebut Yasin

Ramli yasin melanjutkan kawasan desa pante rambong termasuk kawasan rawan bencana alam bahwa ada beberapa warganya hanya memegang surat tanah saja kebunnya tidak ada lagi karna sudah jatuh kesungai disebabkan abrasi yang semakin parah, malah sebahagian desanya telah tergeser masuk ke kabupaten aceh utara akibat abrasi sungai tutupnya